Lumajang (lumajangsatu.com) - Musim kamarau nampanya segera berakhir, dengan turunnya hujan di sejumlah kecamtan di Lumajang. Namun, seperti kebiasaanya saat puncak musim penghujan sejumlah kawasan Lumajang rawan dengan banjir dan tanah longosr.
Kawasan rawan longsor tersebar di sejumlah Kecamatan, seprti Tempursari, Candipuro, Pronojiwo, Gucialir, Seduro, Pasrujambe dan Ranuyoso. Sejumlah titik longsor sebgai mengancam permukiman dan sebagian mengancam jalur Lumajang-Malang.
Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang
"Ada beberpa titik rawan lonsor yang mengancam jalur lalulintas Lumajang-Malang di wilyah Piket Nol," ujar Hendro Wahyono, Kabid Penanggulangan, Kesiapsiagaan dan Logistik (PKL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Kamis (12/11/2015).
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Bahkan, pada musim penghujan tahun lalu, di Kacamatan Tempursari longsor menerjang permukiman warga. Namun beruntung, longsor yang terjadi sore hari itu hanya mengakibatkan sejumlah rumah rusak parah dan tidak ada korban jiwa.
Baca : Diterjang Longsor, 6 Rumah di Tempursari Rusak Parah
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Tak hanya longsor, sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang berasal dari gunung Semeru juga rawan banjir. Yakni Sungai Kaliglidik, Kali Rejali, Besuk Sat, Besuk Kembar, Besuk Bang, Kali Mujur dan Kalipancing.(Yd/red)
Editor : Redaksi