Sakral, 7 Topeng Dedhari Gunung Semeru Dipentaskan 10 Tahun Sekali di Pura Mandhari Giri Senduro

lumajangsatu.com

Lumajang(lumajangsatu.com) - Penyerahan 7 Topeng yang disakralkan dan yang diduplikasi sepasang oleh Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, SH. M.Si, Raja Ubud Bali ke Bupati Lumajang, As'at Malik di malam Pekan Budaya, Alun-alun Kota, Selasa(24/11) malam ini.

Ternyata, Topeng ini dibuat oleh Mbah Lempor pada abad ke 10 masa Kerajaan Dhaha Kadhiri. 7 Topeng ini sering di pentaskan di Pura Mandharai Giri Semeru Agung setiap 10 tahun sekali. "Terakhir 2014 kita tampilkan di PUra Senduro," ungkap Tjok Oka di ruang tunggu Bupati Lumajang.

Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal


7 Topeng Dedhari dikenal sebagai alat tolak balak dari segala musibah. Bahkan, Topeng diini diketahui dibuat di Gunung Semeru oleh Mbak Lempor dimassa Kerajaan Dhaha Kadhiri.

Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026

"Jadi Topeng ini dibuat jauh disaat Kerajaan Lamajang ada," ungkapnya.

Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro

Kembalinya 7 Topeng yang dibuat di Gunung Semeru, akan menambah khasanah pengetahuan bagi Kebudayaan Lumajang.(ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru