Lumajang(lumajangsatu.com)- Puluhan hektar hutan lindung tanaman bambu apus di wilayah perum perhutani petak 28B RPH Gucialit kini rusak akibat dirambah oknum warga, Petugas perhutani yang mendapati informasi perambahan langsung melakukan penggrebekan, Rabu (09/12/15).
"Saat kita mendapat informasi bahwa ada truck mengangkut bambu dari hutan lindung petak 28 B, kami langsung melakukan penyanggongan terhadap truck ini," ujar Misbakhul Munir Wakil Kepala Admisitratur Perum Perhutani Wilayah Lumajang.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
Menurutnya, aksi perambahan tanaman bambu di wilayah hutan lindung ini telah berlangsung lama, sebab dilokasi perambahan di petak 28B terdapat sekitar 10 hektar tanaman bambu yang gundul.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
"Sebenarnya sudah beberapa kali kita sanggong (grebek) namun selalu lolos mas, hingga akhirnya kami berhasil menangkap basah para pelaku ini," tambahnya.
Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia
Akibatnya, petugas Perum Perhutani langsung mengamankan barang bukti Truck bermuatan bambu, supir dan kernetnya ke Mapolsek Gucialit untuk diproses secara hukum. (Mad/red)
Editor : Redaksi