Lumajang (lumajangsatu.com) - Keberadaan alat musik di Pendopo Pemkab Lumajang menjadi disoroti aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Lumajang. Pasalnya, keberadaan gamelan yang diterlantarkan amat disayangkan.
"Eman sekali mas, gamelan ini tidak dirawat sehingga rusak dan terkesan terbengkalai," ujar Muhammad Hariyadi ketua umum PMII Lumajang, Senin (04/01/2016).
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
Seharusnya, keberadaan gamelan itu bisa dimanfaatn dengan ditampilkan setia minggu atau minimal setiap bulan. Sehingga, gamelan yang harganya pasti ratusan juta itu tidak rusak dan tidak ada manfaatnya alias muspro.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
"Seharusnya digunakan lah, jika tidak digunakan bisa dihibahkan kepada pada para seniman di Lumajang," terangnya.
Baca juga: DPRD Lumajang Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 54 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Dari pantauan lumajangsatu.com, kondisi gamelan sangat menyedihkan. Banyak debu, ada yang sudah bolong dan juga sudah ada yang hilang sebagian dari gamelan tersebut.(Yd/red)
Editor : Redaksi