Lumajang(lumajangsatu.com)- Ratusan warga Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro Lumajang menggelar aksi unjuk rasa ke lokasi Tambang Pasir CV. Duta Semeru di aliran lahar hujan gunung semeru desa setempat, Senin pagi (18/01/16).
Dalam aksinya massa menutup paksa aktivitas penambangan dengan memblokir jalan area pertambangan dengan menggunakan bambu dan kayu. karena dinilai tak menguntungkan bagi warga setempat.
Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa
"Lihat sendiri pak banyak lubang dalam yang dikeruk," ujar Ismail salah satu massa saat ditanya lumajangsatu.com.
Lebih lanjut ia mengatakan jika pihak CV.Duta Semeru telah menambang di sejumlah lahan warga, sementara warga tidak diberikan kompensasi.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
"Ini lahan saya mas, dan masih banyak lahan masyarakat lainnya yang ditambang tanpa diberikan uang kompensasi," tambahnya.
Sementara pihak penambang mengklaim jika lahan yang diambil pasirnya ini adalah lahan yang ada sesuai ijin yang dikeluarkan oleh Dinas ESDN Propinsi Jawa Timur.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
"Ya sudah sesuai mas, kalau saya melakukan penambangan di luar titik koordinat pasti polisi sudah menciduk saya," ungkap Satuhan, pemilik CV. Duta Semeru kepada sejumlah awak media.
Ratusan berhasil di bubarkan setelah aparat Kepolisian Lumajang memberhentikan aktivitas penambangan sampai proses pengukuran lahan penambangan CV.Duta Semeru. (Mad/red)
Editor : Redaksi