Lumajang (lumajangsatu.com) - Hujan lebat yang mengguyur wilayah selatan dan air laut yang pasang membuat jalur Pasirian-Tempursari nyaris terputus. Pengguna roda dua harus menuntun sepedanya dan tak jarang sepedanya mati karena tekena air.
"Ini sudah biasa mas, kalau musim penghujan jalur ini sering tergenang dengan air laut pasang," ujar Rachman salah seorang warga Tempursari, Kamis (21/01/2016).
Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang
Karena tidak ada jalan yang lebih dekat lagi, maka warga terpaksa nekat melintasinya. Meskipun harus bertaruh sepeda motornya masih bisa menyala atau tidak setelah terkena air.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
"Mau lewat mana lagi mas, ya lewat sinilah kalau kita dari Lumajang, mau lewat Pronojiwo harus memutar dan jalannya rusak," paparnya.
Warga tempursari berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi persoalan warga Tempursari. Misalnya dengan lebih meninggikan jalan, sehingga meski air laut pasang tidak sampai menyentuh jalan.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
"Kami berharap pemerintah bisa meninggikan jalannya sehingga saat hujan dan air laut pasang tidak sampai menyentuh jalan," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi