Lumajang(lumajangsatu.com) - Mengingat kejadian berdarah dengan tewasnya, Aktivis dan sekaligus Petani, Salim Kancil dan penganiayaan terhadap Tosan yang sudah memasuki bulan ke-7 dan kini sedang sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.
Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Lumajang melakukan aksi damai di depan kantor kejaksaan negeri setempat, Senin(7/3/2016). Mereka mendesak kejaksaan untuk mengusut tuntas pelaku dibalik tewasnya Salim Kancil dan mengungkap jaringan illegal mining di Pesisir Pantai Selatan.
Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang
Dalam aksi tersebut para aktivis mendesak Pemerintah agar segera menyelesaikan proses Hukum kasus illegal minning di Lumajang. "Kalau pemerintah tidak bertanggung jawab, nanti rakyat akan bergerak sendiri untuk Reklamasi tanah itu, kasian jublang jublang disana, dan kembalikan fungsinya lagi, supaya tidak di jajah oleh orang-orang yg tidak bertanggung jawab," Ujar Abdul Hamid, selaku ketua Forum.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Lanjut dia, kalau tidak ada reklamasi dari pihak-pihak yang harusnya bertanggung, pesisir pantai selatan mulai Tlepuk hingga Pandawangi bisa merusa lingkungan. Selain, bahaya dari bencana gempa dan tsunami bisa melanda kawasan tersebut. "ini yang dikhawatirkan forum penduli lingkungan, khususnya Selok Awar-Awar," tegasnya.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Puluhan pendemo dijaga oleh puluhan aparat kepolisian serta satpol PP. Aksi Forum sempat menganggu arus lalu lintas, namun bisa diatur oleh aparat. (sgk/slh//red)
Editor : Redaksi