Lumajang (lumajangsatu.com) - Usai upacara hari pendidikan nasional (hardiknas) banyak siswa dan guru istirhat di taman air mancur ditengah Alun-alun. Namun, kondisi kolam yang tidak terawat serta air meyebarkan aroma tidak sedap jadi rasan-rasan.
"Airnya bau busuk mas, eman sekali, padahal lakasi ini sering dijadikan tempat istirahat," ujar Yopi salah seorang guru kepada lumajangsatu.com, Senin (02/05/2016).
Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Bacakan Teks Proklamasi di Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Disamping air kolam yang berwarna keruh dan bau busuk, air mancur juga tidak berfungsi. Padahal, ada beberapa titik air mancur di kolam yang baru dibangun melalui anggaran tahun 2015. "Air mancurnya mati mas, airnya keruh karena setiap hari banyak daun beringin yang jatuh ke kolam," terangnya.
Baca juga: Kukuhkan 6 Bidang Kepengurusan, GP Ansor Lumajang Usung Visi Bergerak dan Berdampak
Sebelumnya, Komisi B DPRD Lumajang juga melakukan sidak pembangunan air mancut Alun-alun Lumajang. Komisi B juga memberikan rekomendasi agar rekanan melakukan perbaikan dalam masa parwatan karean tempat duduk jebol dan air mancur mati.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Pengawasan TMMD ke-129, Pastikan Program Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Komisi B juga menyayangkan lokasi air mancur ditaruh dibawah pohon beringin karena akan sulit perawatannya. "Konsultan perencanaannya itu harus benar-benar faham, kalau air mancur ditaruh dibawah pohon pasti sulit perawatannya," ujar Solikin Ketua Komisi B DPRD Lumajang.(Yd/red)
Editor : Redaksi