Polisi Hentikan Penyidikan Pengepokan Pasir di Depan Koramil Sumbersuko

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) mendatangi lokasi pengepokn pasir di depan Koramil Sumbersuko. Warga mempertanyakan kejelasan status pengepokan tersebut, karena sudah ada aktifitas pengangkutan pasir.

"Hari Minggu ada aktifitas pengangkutan pasir, padahal pasir-pasir itu dulunya masul dalam laporan polisi 10 Desember 2015 atas nama Ronald Teruna Jaya," ujar Arsyad Subekti, koordinator AMPEL, Senin (03/10/2016).

Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029

Jika memang tidak cukup bukti dan kasusnya di hentikan, Arsyad menyebut pengak hukum amat keterlaluan. Sebab, pasir-pasir yang ditumpuk tersebut berasal dari berbagai lokasi yang sudah jelas illegal.

"Jangan tebang pilih, jangan hanya warga kecil yang menambang secara manual yang diobrak-obrak, sedangkan pengusaha besar dibiarkan," jelasnya.

Baca juga: Charles Meikyansah Dorong Pelibatan Guru Ngaji dalam Menyukseskan Program Keluarga Berencana dan Pencegahan Stunting

Sementara itu, AKP Tinton Yuda Riambodo, SIK, Kasatreskrim Polres Lumajang menyatakan bahwa pasir tersebut sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Setelah dilakukan gelar perkara di Polda dan Mabes Polri, ternyata tidak cukup bukti, sehingga penyelidikan dihentikan.

"Setleh dilakukan gelar di Polda dan Mabes Polri, ternyata tidak cukup bukti, sehingga dikeluarkan  Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3," jelas Tinton.

Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP

Polisi menilai pasir-pasir di depan Koramil Sumbersuko tersebut hanya melanggar administrasi bukan kriminal. Sehingga, polisi langsung mengirim surat kepada pemerintah darah dan Dinas ESDM.

"Kalau pelanggran administrasi itu bukan diranah polisi, namun diranah pemerintah," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru