Lumajang (lumajangsatu.com) - Tim "Vampir" Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Lumajang bekerja ekstra. Pasalnya, stok darah di UTD PMI Lumajang menipis karena tingginya permintaan darah dari rumah sakit.
"Kita ada tim mobile blood yang datang ke sejumlah lembaga, desa, puskesmas dan dinas untuk menjemput para pendonor, kita sebut sebagai tim vampir karena tugasnya mencari darah," ujar Uun Alvia, salah satu staf di UTD PMI Kabupaten Lumajang, Jum'at (02/12/2016).
Baca juga: DPRD Lumajang Terima Aspirasi Aliansi Masyarakat Soal Keberlanjutan Program MBG
Dalam kondisi normal, permintaan darah setiap bulan mencapai 700-800 kantong darah. Namun, pada bulan November permintaan darah dari rumah sakit meningkat sampai seribu kantong lebih, yang mengakibatkan persediaan darah menipis.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
"Bulan kemaren permintaan darah sangat banyak, makanya bulan ini kita harus kerja ekstra agar persediaan darah di UTP PMI tercukupi," jelas perempuan cantik itu.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
UTD PMI berkomitmen memberikan pelayanan darah yang aman, tepat waktu, terjangkau dan berkesinambungan. "Saya ajak masyarakat Lumajang untuk mendonorkan darah ke UTP PMI Lumajang, karena satu tetes darah anda akan menyelamatkan seribu nyawa," pungkas gadis yang juga duta wisata Lumajang itu.(Yd/red)
Editor : Redaksi