Lumajang (lumajangsatu.com) - Tim "Vampir" Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Lumajang bekerja ekstra. Pasalnya, stok darah di UTD PMI Lumajang menipis karena tingginya permintaan darah dari rumah sakit.
"Kita ada tim mobile blood yang datang ke sejumlah lembaga, desa, puskesmas dan dinas untuk menjemput para pendonor, kita sebut sebagai tim vampir karena tugasnya mencari darah," ujar Uun Alvia, salah satu staf di UTD PMI Kabupaten Lumajang, Jum'at (02/12/2016).
Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa
Dalam kondisi normal, permintaan darah setiap bulan mencapai 700-800 kantong darah. Namun, pada bulan November permintaan darah dari rumah sakit meningkat sampai seribu kantong lebih, yang mengakibatkan persediaan darah menipis.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
"Bulan kemaren permintaan darah sangat banyak, makanya bulan ini kita harus kerja ekstra agar persediaan darah di UTP PMI tercukupi," jelas perempuan cantik itu.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
UTD PMI berkomitmen memberikan pelayanan darah yang aman, tepat waktu, terjangkau dan berkesinambungan. "Saya ajak masyarakat Lumajang untuk mendonorkan darah ke UTP PMI Lumajang, karena satu tetes darah anda akan menyelamatkan seribu nyawa," pungkas gadis yang juga duta wisata Lumajang itu.(Yd/red)
Editor : Redaksi