Lumajang (lumajangsatu.com) - Longsor di Desa Bence Kecamatan Kedungjajang menyedot ratusan pengunuung. Warga penasaran karena longsoran tidak kunjung berhentin dan sudah ada 3 hektar lahan yang sudah hampir menjadi danau.
Air yang bercampur lumpur juga terus mengalir dibekas longsoran tersebut. Setelah ramai diberitakan, ada sekitar 600 orang yang datang karena penasaran melihat fenomena alam tersebut.
Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029
"Ramai sekali mas, setiap hari setelah ramai diberitakan ada sekitar 600 orang yang datang untuk melihat," ujar Rohim salah seorang perangkat desa, Sabtu (04/02/2017).
Sugik, salah seoarng pengunjung juga mengaku sangat penasaran dengan informasi semburan air bercampur lumpur tersebut. Saat tiba, memang ada ada air yang keluar namun tidak sampai menyembur hanya mengalir saja dan bercampur lumpur.
"Saya penasaran, saya akhirnya melihat dan memang ramai sekali warga yang datang untuk melihat," jelasnya.
Agus Budianto, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan telah memasang garis pembatas. Sebab, longsoran masih terus terjadi dan semakin meluas. "Kita sudah padang garis BPBD, agar masyarakat yang datang bisa berhati-hati," paparnya.
Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP
Fenomena tersebut memang baru terjadi di Lumajang, ada tanah longsor dan tidak kunjung berhenti. Informasi masyarakat, dilokasi tersebut memang ada sumber mata air namun akhirnya ditutup dan ditanami sengon.
"Mungkin sumber itu keluar lagi, sehingga saat terjadi longsor air sumber keluar juga," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi