Lumajang (lumajangsatu.com) - Longsor di Desa Bence Kecamatan Kedungjajang menyedot ratusan pengunuung. Warga penasaran karena longsoran tidak kunjung berhentin dan sudah ada 3 hektar lahan yang sudah hampir menjadi danau.
Air yang bercampur lumpur juga terus mengalir dibekas longsoran tersebut. Setelah ramai diberitakan, ada sekitar 600 orang yang datang karena penasaran melihat fenomena alam tersebut.
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
"Ramai sekali mas, setiap hari setelah ramai diberitakan ada sekitar 600 orang yang datang untuk melihat," ujar Rohim salah seorang perangkat desa, Sabtu (04/02/2017).
Sugik, salah seoarng pengunjung juga mengaku sangat penasaran dengan informasi semburan air bercampur lumpur tersebut. Saat tiba, memang ada ada air yang keluar namun tidak sampai menyembur hanya mengalir saja dan bercampur lumpur.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
"Saya penasaran, saya akhirnya melihat dan memang ramai sekali warga yang datang untuk melihat," jelasnya.
Agus Budianto, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan telah memasang garis pembatas. Sebab, longsoran masih terus terjadi dan semakin meluas. "Kita sudah padang garis BPBD, agar masyarakat yang datang bisa berhati-hati," paparnya.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
Fenomena tersebut memang baru terjadi di Lumajang, ada tanah longsor dan tidak kunjung berhenti. Informasi masyarakat, dilokasi tersebut memang ada sumber mata air namun akhirnya ditutup dan ditanami sengon.
"Mungkin sumber itu keluar lagi, sehingga saat terjadi longsor air sumber keluar juga," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi