Lumajang (lumajangsatu.com) - Diguyur hujan lebat sebuah sungai Desa Tukum dan Karangbendo meluap ke permukiman warga, Senin petang (20/03/2017). Meski tidak ada korban jiwa namun puluhan rumah warga tak bisa ditempati karena ketinggian air mencapai 70 cm.
Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai agar banjir tak lagi terjadi saat hujan mengguyur. Dua puluh rumah warga terendam, bahkan ada yang tidak bisa ditempati karena air cukup tinggi merendam rumah.
Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang
Menurut warga, sebelumnya sempat terjadi hujan lebat selama tiga jam lamanya. Karena sungai padas yang berada di belakang rumah warga tak mampu menampung banyaknya air hujan. Air sungai kiriman dari berbagai daerah di Lumajang ini pun meluap ke permukiman warga.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
"Iya hujan sekitar 3 jam. Ini air dari sungai padas masuk, kira-kira 70 senti meter, banyak yang terendam mas, perabotan rumah juga terendam," ujar Sapik, salah seorang warga.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Warga berharap pemerintah setempat segera melakukan normalisasi sungai sehingga warga tak lagi kawatir jika terjadi hujan lebat. "Karena sungainya makin dangkal jadi ketinggian air makin naik dan tanggul juga kurang tinggi sedikit. Harapan warga mudah-mudahan ini untuk tanggulnya segera diperbaiki,” pungkas Sutrisno warga lain.(Mad/yd/red)
Editor : Redaksi