Sidoarjo (lumajangsatu.com) - Istighotsah Kubro Nahdlatul Ulama "Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah" dibanjiri ratusan ribh warga Nahdliyin, Minggu (09/04/2017). Bahkan Gelora Delta Sidoarjo tidak mampu menampung, sehingga banyak yang tidak bisa masuk.
Gelora Delta kembali bergemuruh saat peserta Istighotsah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yahlal Wathon. Usai menyanyikan lagu, panitia memekikkan ikrar NU setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga: Mulai Maret, Pemkab Lumajang Segera Terapkan Layanan Kesehatan Rawat Jalan dan Melahirkan Gratis
"Siapa kita, NU. NKRI harga mati, " pekik peserta Istighotsah Kubro NU Jawa Timur.
KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PW NU Jatim mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jatim dan jajaran Kapolres karena ikut mengawal para peserta. Istighotsah tak hanya di gelar di Gelora Delta, namun PC NU yang tidak bisa hadir juga menggelar Istighotsah.
Baca juga: Satlantas Polres Lumajang Goes To School
NU didirikan bukan hanya mengurusi persoalan ubudiyah, namun NU juga mengurus persoalan Bangsa dan Negara. Sehingga NKRI tetap utuh ditengah banyak kelompok yang menginginkan NKRI terpecah belah.
Ulama mengajak semua yang hadir dan yang tidak hadir untuk bersama-sama menjaga Indonesia dari berbagai macam ancaman seperti Narkoba. Ulama dalam menyampaikan demonya dengan berdo'a, karena do'a akan merubah yang mustahil menjadi bisa.
Baca juga: Dampak Efisiensi, DPRD Lumajang Siap Menyesuaikan Kegiatan
"Kami berterima kasih kepada semua yang telah mensukseskan kegiatan Istighotsah Kubro dalam rangka Harlah NU ke-94," ungkapnya.
Syuriah PW NU Jatim menyampaikan lima Maklumat kepada warga NU. Yakni, menjaga Agama, menjaga Negara, menjaga Amanah, menjaga Umat dan menjaga Persatuan, Kesatuan, Kedamaian dan Ketentraman. (Yd/red)
Editor : Redaksi