Aksi Blokade Jalan Desa

Kapolres Lumajang Turun Tangan Hindari Konflik Warga Tambang Pasir

lumajangsatu.com
Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban (Jaket Hitam) ajak dialog warga yang blokade jalan bisa rugikan warga lainya. ( foto polres)

Candipuro (lumajangsatu.com) - Konflik warga di lokasi tambang pasir letusan gunung Semeru semakin hari makin memanas. Akibatnya, warga Desa Urang Gantung Kecamatan Candipuro menutup akses jalan desa bagi truk pengangkut pasir, Rabu (05/12/2018) malam.

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban yang khawatir terjadi bentrok antar warga yang pro - kontra pemblokadean jalan turun langsung. Pasalnya, warga yang berada selatan blokade jalan dianggap dirugikan aksi dari kelompok warga lainya.

Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang

"Saya turun ke lokasi untuk menenangkan emosi warga, mengajak bicara dari hati ke hati," ujar Kapolres.

Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong

Menurut dia, awalnya warga melakukan penutupan jalan untuk mendapat perhatian dari pemkab. Agar jalan yang rusak dari armada truk pasir diperbaiki.

"Kalau sampai jalan ditutup total, yang dirugikan warga lainya, bukan truk pasir," paparnya.

Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025

Kapolres menenangkan sikap warga yang menyampaikan aspirasi dengan menutup akses jalan desa. Karena, jalan yang ditutup adalah jalur tercepat bagi armada truk pasir dari lokasi penambangan ke jalan raya.

"Pasti ada solusi, jangan asal main tutup semua ini untuk kebaikan warga. bukan malah adu domba sesama warga," ungkap Kapolres. (ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru