Akibat Hujan Terus Menerus

Ratusan Hektar Lahan Pertanian Terendam Luapan Sungai Tandak Lumajang

Penulis : lumajangsatu.com -
Ratusan Hektar Lahan Pertanian Terendam Luapan Sungai Tandak Lumajang
Warga sedang melintas di pinggir lahan pertanian yang terendam luapan air sungai Tandak di Kec. Yosowilangun

Yosowilangun - Ratusan hektar lahan pertanian di Desa Darungan Kecamatan Yosowilangun terendam banjir. Sungai Tandak tidak mampu menampung air hujan sehingga meluap ke persawahan dan permukiman warga, Kamis (04/01/2021).

"Akibat banjir di Desa Darungan ini, sebanyak 30 rumah dan 100 hektar lahan pertanian warga terendam banjir," ujar Kepala Desa Darungan Eko Nurhadi.

Setiap musim penghujan, warga Darungan terus waswas karena banjir akan selalui datang. Hujan deras membuat sungai Tandak tak mampu menampung debit air menjadi penyebab banjir. Selain itu, kondisi hilir sungai yang sempit membuat banjir tidak cepat surut.

Warga berharap pemerintah melakukan normalisasi sungai hingga hilir sungai yang menuju pantai, sehingga banjir tahunan di desa darungan ini segera teratasi.

"Penyebab banjir selain sungai tak mampu menampung debit air, hilir sungai yang menuju pantai sempit sehingga buturh adanya normalisasi," pungkas Eko Nurhadi.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Sosialisasi Keputusan Kemenpan-RB

Komisi A DPRD Dukung Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang

Lumajang - Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan tenaga kerja Non-ASN dengan menyelenggarakan sosialisasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPANRB) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Kegiatan ini berlangsung dalam format talkshow di acara Jelita yang disiarkan oleh LPPL Radio Suara Lumajang pada Kamis (13/02/2025).

Dindikbud

Tenaga Guru Honorer 718 di Lumajang Jalani Evaluasi

Lumajang - Sebanyak 718 tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang telah menjalani tahap evaluasi dalam dua kategori, yaitu Non Database (tidak ikut tahap 1) sebanyak 223 orang dan Data Based (ikut tahap 2) sebanyak 495 orang. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan tenaga honorer sesuai dengan regulasi dan kebutuhan lembaga.