Masih Dievakuasi

Truck Alat Berat Terperosok, Jalur Senduro-Ranupani Terputus

Penulis : lumajangsatu.com -
Truck Alat Berat Terperosok, Jalur Senduro-Ranupani Terputus
Kendaraan bermuatan alat berat melintang dan memutus jalur Senduro-Ranupani

Senduro - Jalur Senduro-Desa Ranupani tertutup total akibat truck alat berat terperosok. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, hanya roda dua saja bisa melintas bergantian.

AKP Joko Wintoro, Kapolsek Senduro menyatakan, truck bermuatan alat berat untuk pembangunan di Ranupani mengalami kecelakaan. Pihak proyek dan petugas saat ini sedang berupaya melakukan perbaikan agar jalur ranupani kembali terbuka.

"Kejadiannya mulai kemarin Kamis (27/05) dan hingga hari ini masih belum bisa dievakuasi," ujar Joko saat dihubungi Lumajangsatu.com, Jum'at (28/05/2021).

Polisi sudah memasang rambu-rambu bahwa jalur Ranupani terputus karena ada truck terperosok. Warga masih bisa ke lokasi wisata Siti Sundari, karena truck yang mengalami kecelakaan berada dekat Desa Ranupani.

"Kalau ke wisata Siti Sundari masih bisa, karena truck yang terperosok sudah dekat dengan Desa Ranupani," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Sosialisasi Keputusan Kemenpan-RB

Komisi A DPRD Dukung Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang

Lumajang - Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan tenaga kerja Non-ASN dengan menyelenggarakan sosialisasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPANRB) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Kegiatan ini berlangsung dalam format talkshow di acara Jelita yang disiarkan oleh LPPL Radio Suara Lumajang pada Kamis (13/02/2025).

Dindikbud

Tenaga Guru Honorer 718 di Lumajang Jalani Evaluasi

Lumajang - Sebanyak 718 tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang telah menjalani tahap evaluasi dalam dua kategori, yaitu Non Database (tidak ikut tahap 1) sebanyak 223 orang dan Data Based (ikut tahap 2) sebanyak 495 orang. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan tenaga honorer sesuai dengan regulasi dan kebutuhan lembaga.