Ditolong Warga

Hiu Tutul Terdampar di Pantai Wotgalih Lumajang Kembali ke Laut Lepas

Penulis : lumajangsatu.com -
Hiu Tutul Terdampar di Pantai Wotgalih Lumajang Kembali ke Laut Lepas
Setelah didorong oleh warga akhirnya hiu tutul terdampar bisa kembali ke laut lepas

Yosowilngun - Se ekor mamali hiu tutul terdampar di pantai Wotgalih Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilngun, Sabtu (09/10/2021). Beruntung, saat terdampar kondisi hiu masih hidup dan langsung ditolong oleh warga yang ramai di pinggir pantai.

Warga setempat bahu membahu mengevakuasi mamalia ini kembali ke laut. "Bisa diselamatkan, karena posisinya belum terlalu ke daratan," kata Nurul Hadi salah satu warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut.

Warga secara perlahan-lahan dan berhati-hati mendorong hiu tutul kembali ke lautan. Setelah dilakukan upaya beberapa waktu, akhirnya hiu tutul berhasil kembali ke laut lepas.

"Sedikit-sedikit didorong, datang ombak baru didorong,akhirnya bisa," ujar Kapolsek Yosowilangun AKP Hariyanto SH MH.

Kejadian terdamparnya hiu tutul sering terjadi di pantai selatan Lumajang. Terkadang, hiu yang terdampar sudah dalam keadaan mati atau tidak bisa diselamatkan karena tidak bisa kembali ke laut lapas.(Ind/yd/red)

Editor : Redaksi

Sosialisasi Keputusan Kemenpan-RB

Komisi A DPRD Dukung Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang

Lumajang - Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan tenaga kerja Non-ASN dengan menyelenggarakan sosialisasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPANRB) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Kegiatan ini berlangsung dalam format talkshow di acara Jelita yang disiarkan oleh LPPL Radio Suara Lumajang pada Kamis (13/02/2025).

Dindikbud

Tenaga Guru Honorer 718 di Lumajang Jalani Evaluasi

Lumajang - Sebanyak 718 tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang telah menjalani tahap evaluasi dalam dua kategori, yaitu Non Database (tidak ikut tahap 1) sebanyak 223 orang dan Data Based (ikut tahap 2) sebanyak 495 orang. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan tenaga honorer sesuai dengan regulasi dan kebutuhan lembaga.