Percepat Kualitas SDM

Lumajang Percepat Layanan Gizi Anak, Puluhan Dapur SPPG Diperluas

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Momen ini menjadi simbol penguatan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan pembangunan generasi sehat
Momen ini menjadi simbol penguatan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan pembangunan generasi sehat

Lumajang — Pemerintah Kabupaten Lumajang mempercepat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan pemenuhan gizi anak. Langkah ini sejalan dengan target nasional penurunan stunting dan pembangunan generasi sehat.

 

Komitmen tersebut ditegaskan melalui peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citrodiwangsan 5 oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati, Sabtu (25/4/2026). Kehadiran fasilitas ini memperluas jangkauan distribusi makanan bergizi bagi pelajar sekaligus memperkuat standar layanan.

 

Hingga kini, lebih dari 70 dapur SPPG telah beroperasi di berbagai wilayah Lumajang, dengan sejumlah lainnya masih dalam tahap pembangunan. Ekspansi ini menjadi strategi konkret daerah dalam mendukung agenda nasional pembangunan manusia.

 

“Semakin banyak dapur beroperasi, semakin luas jangkauan layanan gizi. Pemerataan menjadi kunci,” tegas Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.

 

Di tengah fokus nasional menekan angka stunting, intervensi melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah dinilai sebagai langkah efektif karena menyasar kelompok usia sejak dini.

 

Di Lumajang, SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur produksi, tetapi juga pusat kendali mutu pangan. Seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan hingga distribusi, diawasi ketat untuk menjamin kualitas.

 

“Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Standar kebersihan dan kandungan gizi tidak boleh dikompromikan,” ujarnya.

 

Pemerintah daerah juga menerapkan pengawasan berlapis, termasuk pemantauan harian dan sistem digital, guna memastikan operasional berjalan sesuai standar.

 

Langkah ini menegaskan peran strategis daerah dalam mengawal program prioritas nasional. Selain berdampak pada kesehatan, program makan bergizi gratis turut meningkatkan konsentrasi belajar dan membentuk pola makan sehat sejak dini.

 

“Ini investasi jangka panjang untuk mencetak generasi sehat dan berdaya saing,” kata Bunda Indah.

 

Peresmian SPPG Citrodiwangsan 5 menjadi penanda penguatan layanan dasar di Lumajang. Dengan perluasan infrastruktur dan pengawasan yang ketat, distribusi makanan bergizi diharapkan semakin merata, tepat sasaran, dan berkelanjutan menjadi fondasi penting bagi masa depan generasi bangsa (Red).