Satu Kandidat Tak Hadir

Kapolsek Ranuyoso Hadiri Pelantikan Pj Kepala Desa, Kandidat Wates Kulon Tidak Tampak

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Ketidakhadiran Kandidat Pj Kades Wates Kulon Jadi Sorotan di Pelantikan Lumajang
Ketidakhadiran Kandidat Pj Kades Wates Kulon Jadi Sorotan di Pelantikan Lumajang

LUMAJANG — Pelantikan Penjabat (Pj) Kepala Desa di Kabupaten Lumajang mendadak memantik tanda tanya publik. Di tengah prosesi resmi yang digelar di Gedung PKK Kabupaten Lumajang, Kamis (7/5/2026), satu nama yang dijadwalkan dilantik justru tidak muncul hingga acara selesai.

 

Situasi itu langsung memunculkan spekulasi politik di kalangan masyarakat dan pemerhati pemerintahan desa. Pasalnya, jabatan Pj Kepala Desa dinilai strategis menjelang dinamika politik dan penguatan pengaruh di tingkat desa.

 

Sosok yang tidak hadir tersebut adalah Rudi Hartono, calon Pj Kepala Desa Wates Kulon, Kecamatan Ranuyoso. Hingga prosesi pelantikan oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar berlangsung, kursi yang disiapkan untuknya tetap kosong.

 

Di tengah absennya satu kandidat, tiga nama lainnya tetap resmi dilantik, yakni Samsul Hadi sebagai Pj Kepala Desa Yosowilangun Kidul, Oke Suprihatmanko sebagai Pj Kepala Desa Dawuhan Wetan, dan Muhamad Irwin Abdul Gofur sebagai Pj Kepala Desa Banyuputih Lor.

 

Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), termasuk Kapolsek Ranuyoso AKP Imam Soepardi, memperlihatkan bahwa agenda tersebut mendapat perhatian serius dari unsur keamanan dan pemerintah daerah.

 

Namun sorotan publik justru tertuju pada absennya kandidat dari Wates Kulon. Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah ketidakhadiran tersebut murni persoalan teknis, atau ada dinamika lain di balik proses penunjukan Pj kepala desa.

 

AKP Imam Soepardi menegaskan pihak kepolisian hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

 

“Kami dari Polsek Ranuyoso bersama unsur Forkopimca menghadiri kegiatan pelantikan Pj Kepala Desa di Gedung PKK Lumajang. Secara umum kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar,” ujarnya.

 

Saat dikonfirmasi terkait absennya Rudi Hartono, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan detail dan masih menunggu keterangan resmi dari pemerintah daerah.

 

“Untuk calon Pj Kepala Desa Wates Kulon memang tidak hadir saat pelantikan berlangsung. Terkait hal tersebut kami masih menunggu informasi resmi dari pemerintah daerah,” tambah AKP Imam Soepardi.

 

Kondisi ini pun memunculkan perbincangan di tengah masyarakat. Sebab, posisi Pj kepala desa bukan sekadar jabatan administratif, tetapi juga dianggap memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas pemerintahan desa dan arah kebijakan lokal.

 

Pengamat politik lokal menilai, ketidakhadiran seorang kandidat dalam agenda resmi pelantikan bisa menjadi sinyal adanya komunikasi yang belum tuntas di internal pemerintahan maupun dinamika kepentingan di tingkat bawah.

 

Meski demikian, aparat keamanan memastikan situasi tetap terkendali. Polisi berharap pejabat yang telah dilantik mampu menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

 

“Kami berharap pejabat yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjaga sinergitas bersama TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” pungkas AKP Imam Soepardi (Red).