Pantau Harga 16 Pasar

Diskopindag Lumajang Prediksi Puncak Kenaikan Harga Terjadi Sepekan Jelang Lebaran

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Ka.Diskopindag Lumajang M Ridha saat ditemui diruang kerjanya
Ka.Diskopindag Lumajang M Ridha saat ditemui diruang kerjanya

Lumajang - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya cabai merah dan cabai rawit. Meski demikian, secara umum harga sembako di pasar tradisional masih terpantau aman dan terkendali.

 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, M. Ridha mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga setiap hari di 16 pasar tradisional terhadap 16 komoditas penting.

 

Menurutnya, kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit dalam satu minggu terakhir sudah melampaui angka 5 persen sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

 

“Ketika harga sudah melampaui 5 persen, itu perlu kami cermati untuk mencari penyebab kenaikannya,” ujarnya.

 

Selain memantau perkembangan harga, Diskopindag juga mengawasi ketersediaan stok di pasar. Adapun komoditas yang dipantau meliputi beras premium dan medium, gula, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, ikan segar, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, jagung hingga kedelai.

 

Ridha menjelaskan pemerintah daerah telah mengumpulkan para distributor untuk memastikan distribusi barang tetap berjalan normal dan tidak terjadi penimbunan stok.

 

“Kami mendorong distributor untuk tetap menjaga ketersediaan barang dan tidak melakukan penimbunan. Pemerintah sifatnya memfasilitasi jika ada kendala distribusi maupun kebijakan,” katanya.

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Lumajang juga menyiapkan operasi pasar murah yang dijadwalkan berlangsung selama satu minggu menjelang hari raya. Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng dengan harga terjangkau.

 

Pemerintah memprediksi puncak kenaikan harga kebutuhan pokok berpotensi terjadi pada sepekan menjelang Lebaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan.

 

“Belanjalah secara bijak dan jangan panik. Karena ketika masyarakat membeli melebihi kebutuhan, otomatis mempengaruhi ketersediaan stok di pasar,” tegas Ridha.

 

Ia menambahkan, naik turunnya harga dan stok barang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari distribusi barang, meningkatnya permintaan pasar, hingga biaya operasional akibat kenaikan BBM.

 

Tak hanya itu, pemerintah juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang menemukan harga kebutuhan pokok dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

 

“Kalau masyarakat menemukan harga melebihi HET, silakan laporkan. Nanti akan kami tindak lanjuti sampai ke pedagang dan distributor untuk dicek penyebabnya,” pungkasnya (Red).