Lumajang Aman

Rp50 Juta per Dusun Digelontorkan, Bupati Lumajang Perintahkan CCTV Dipasang di Titik Rawan

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyerahkan honor Linmas dan bantuan program desa saat agenda “Setormadu” di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Selasa (12/05/2026)
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyerahkan honor Linmas dan bantuan program desa saat agenda “Setormadu” di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Selasa (12/05/2026)

Lumajang - Indah Amperawati mulai mengubah wajah keamanan desa di Lumajang. Tak lagi hanya mengandalkan ronda malam dan patroli manual, kini setiap dusun didorong memasang kamera pengawas di titik-titik strategis demi mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas.

 

Instruksi tegas itu disampaikan Bupati saat agenda “Setormadu” di Desa Labruk Lor, Selasa (12/05/2026). Melalui optimalisasi Dana Dusun sebesar Rp50 juta per tahun, pemerintah daerah kini memprioritaskan penguatan keamanan lingkungan berbasis teknologi.

 

“Dana dusun 50 juta rupiah itu prioritasnya adalah untuk keamanan. Saya instruksikan agar setiap dusun memasang CCTV di titik strategis agar pengawasan lingkungan lebih optimal,” tegas Indah Amperawati.

 

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat perubahan sistem keamanan desa di Lumajang. Jika sebelumnya pengawasan lingkungan bertumpu pada tenaga manusia, kini pemerintah mulai mendorong sistem pemantauan 24 jam berbasis teknologi sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

 

Pemasangan CCTV diproyeksikan bukan sekadar formalitas proyek desa. Pemerintah desa diminta memetakan titik rawan kriminalitas, jalur keluar masuk kampung, hingga pusat aktivitas warga agar kamera pengawas benar-benar efektif menjaga lingkungan.

 

Di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terhadap berbagai aksi kriminalitas jalanan dan pencurian kendaraan, langkah ini dinilai menjadi strategi baru Pemkab Lumajang untuk menghadirkan rasa aman hingga tingkat dusun.

 

Tak hanya fokus pada teknologi, sistem keamanan berbasis komunitas juga tetap diperkuat. Dalam agenda yang sama, pemerintah desa turut menyalurkan honor Linmas periode Januari–Maret 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap penjaga keamanan lingkungan.

 

Selain itu, disalurkan pula Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode Januari–April 2026 serta bantuan satu paket sound system untuk kelompok FATAYAT Desa Labruk Lor guna mendukung aktivitas sosial masyarakat.

 

Meski spesifikasi dan jumlah CCTV masih menjadi kewenangan masing-masing desa, Pemkab Lumajang berharap kebijakan ini menjadi awal lahirnya desa-desa dengan sistem keamanan modern yang mampu bekerja tanpa henti.

 

Desa Labruk Lor pun diproyeksikan menjadi salah satu model awal desa aman berbasis teknologi di Kabupaten Lumajang (Red).