Ekonomi

UMKM Desa Banjarwaru Didorong Tembus E-Katalog, Bupati Lumajang Siapkan Jalan Produk Lokal Masuk Pasar Nasional

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Lumajang menegaskan komitmen memperkuat ketahanan ekonomi keluarga
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Lumajang menegaskan komitmen memperkuat ketahanan ekonomi keluarga

Lumajang - Indah Amperawati mulai mengarahkan mesin ekonomi desa di Lumajang menuju pasar digital yang lebih luas. Produk UMKM yang selama ini hanya berputar di tingkat lokal kini didorong masuk ke sistem e-katalog pengadaan barang dan jasa pemerintah agar mampu bersaing di pasar institusional nasional.

 

Langkah strategis itu disampaikan Bupati saat kunjungan program Setormadu di Desa Banjarwaru, Selasa (12/05/2026), yang juga dirangkai dengan kegiatan pemberdayaan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).

 

Di tengah agenda sosial tersebut, Pemkab Lumajang menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada keluarga penerima manfaat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang terus bergerak.

 

Namun di balik penyaluran bantuan sosial, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah yang lebih besar: membangun kemandirian ekonomi warga melalui penguatan UMKM desa.

 

Salah satu yang menjadi sorotan ialah UMKM roti Banjarwaru yang dinilai memiliki potensi berkembang lebih jauh. Pemerintah daerah kini mulai membuka jalur agar produk lokal desa tidak hanya dikenal warga sekitar, tetapi mampu masuk ke rantai pasok pengadaan pemerintah.

 

“Produk UMKM di Banjarwaru sudah mulai kita dorong masuk ke SPPG sebagai langkah awal. Ke depan, kami akan fasilitasi agar mereka bisa masuk ke e-katalog sehingga jangkauan pasarnya tidak hanya desa, tetapi juga lebih luas,” ujar Indah Amperawati.

 

Kebijakan ini menandai perubahan pola pengembangan ekonomi desa di Lumajang. Jika sebelumnya UMKM hanya bertumpu pada pasar tradisional dan penjualan lokal, kini pemerintah mulai mendorong transformasi menuju ekosistem digital dengan pasar yang lebih stabil dan memiliki kepastian permintaan.

 

Melalui sistem e-katalog, produk UMKM desa berpeluang masuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, membuka akses pasar baru yang selama ini sulit dijangkau pelaku usaha kecil.

 

Pemkab Lumajang juga menyiapkan pendampingan bagi pelaku UMKM, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas, hingga pemenuhan administrasi agar mampu memenuhi standar sistem pengadaan digital nasional.

 

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi desa dari bawah, sekaligus menjadikan UMKM lokal sebagai pemain baru dalam rantai pasok ekonomi nasional yang lebih modern dan berkelanjutan (Red).