Karakter Penentu Masa Depan
Kelulusan Bukan Garis Akhir: Bupati Lumajang Tegaskan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Lumajang - Indah Amperawati menegaskan bahwa masa depan generasi muda tidak semata ditentukan oleh kelulusan, melainkan oleh komitmen untuk terus belajar dan menjaga akhlak dalam setiap langkah kehidupan.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri Haflatul Imtihan dan pelepasan siswa kelas IX MTs Ma’arif Nurul Amin di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Sabtu (30/5/2026).
Sebanyak 80 siswa resmi menuntaskan pendidikan tingkat madrasah tsanawiyah dan bersiap melanjutkan ke jenjang berikutnya. Momentum ini, menurut Bupati, bukan garis akhir, melainkan titik awal perjalanan panjang dalam menuntut ilmu.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran yayasan, tenaga pendidik, dan orang tua yang telah mengawal proses pendidikan hingga para siswa mencapai tahap kelulusan.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari terbentuknya karakter yang kuat, akhlakul karimah, dan semangat belajar sepanjang hayat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di tingkat desa, sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Bupati mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti menimba ilmu. Ia mendorong mereka untuk terus melanjutkan pendidikan dan menjaga tekad dalam meraih cita-cita.
“Jangan sampai putus sekolah. Teruslah belajar, karena setiap usaha membuka peluang menuju masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa akhlak menjadi fondasi utama dalam kehidupan. Ilmu pengetahuan, kata dia, akan memberi manfaat lebih besar jika diiringi sikap hormat kepada orang tua dan guru, serta kepedulian sosial.
Senada dengan itu, Ahmad Faisol Syaifullah mengajak para lulusan memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman hidup.
Menurutnya, pendidikan ideal tidak hanya melahirkan generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan beretika dalam kehidupan bermasyarakat.
Haflatul Imtihan tersebut menjadi pengingat bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari proses panjang membentuk generasi berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa (Red).
Editor : Redaksi