Perekat sosial
Mujahadah Jadi Energi Sosial: Bupati Lumajang Soroti Kekuatan Silaturahmi
Lumajang - Kegiatan keagamaan kembali ditegaskan sebagai pilar penting dalam membangun kekuatan spiritual sekaligus mempererat jalinan sosial masyarakat. Hal tersebut disampaikan Indah Amperawati saat menghadiri Mujahadah Rubu’ussanah Wahidiyah di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Sabtu (30/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa mujahadah tidak hanya berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat silaturahmi dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Mujahadah Rubu’ussanah Wahidiyah yang dinilai mampu menghadirkan harmoni antara nilai spiritual dan kehidupan sosial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat secara konkret.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa silaturahmi yang terjalin melalui kegiatan keagamaan memiliki kontribusi besar dalam membangun rasa kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kepedulian sosial di antara warga.
“Kebersamaan seperti ini adalah modal sosial yang sangat berharga. Dari sini tumbuh rasa saling percaya, saling membantu, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kuat dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga menilai Mujahadah Rubu’ussanah Wahidiyah sebagai salah satu instrumen penguatan modal sosial masyarakat yang berperan dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Dalam konteks pembangunan daerah, menurutnya, kekuatan sosial yang solid menjadi faktor pendukung yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan fisik.
Selain memberikan dampak spiritual dan sosial, kegiatan tersebut juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran jamaah dari berbagai wilayah turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor perdagangan kecil hingga jasa masyarakat setempat.
“Kegiatan seperti ini secara tidak langsung memberikan dampak ekonomi bagi warga. Ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Bupati berharap semangat kebersamaan, persaudaraan, dan nilai-nilai keagamaan yang tumbuh dalam mujahadah tersebut dapat terus terjaga dan ditransformasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki ikatan sosial kuat dan dilandasi nilai spiritual yang kokoh akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mampu menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh kepedulian.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi keagamaan yang sarat nilai kebersamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kesatuan.
“Semoga setiap doa dan ikhtiar batin yang dipanjatkan dalam Mujahadah Rubu’ussanah ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Lumajang serta seluruh masyarakatnya,” pungkasnya (Red).
Editor : Redaksi