Langkah Preventif

Potensi Konflik Lahan Memanas, Polisi Redam Ketegangan PT Kalijeruk Baru dan KPK GL

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Konflik Lahan Memanas, Polisi Minta PT Kalijeruk Baru dan KPK GL Menahan Diri
Konflik Lahan Memanas, Polisi Minta PT Kalijeruk Baru dan KPK GL Menahan Diri

LUMAJANG – Persoalan lahan antara PT Kalijeruk Baru dan Kelompok Petani Kalijeruk Gunung Lemongan (KPK GL) memicu ketegangan di wilayah Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Polisi turun tangan melakukan monitoring dan penggalangan untuk mencegah perselisihan berkembang menjadi benturan.

 

Pemantauan dilakukan Polsek Randuagung di areal HGU PT Kalijeruk Baru, tepatnya di Dusun Darung, Desa Salak, Minggu (20/9/2026).

 

Kapolsek Randuagung Iptu Edi Kuswanto memimpin langsung apel persiapan pengamanan yang melibatkan sembilan personel. Polisi kemudian melakukan pemantauan di lapangan sekaligus berkomunikasi dengan pihak petani maupun perusahaan.

 

Langkah tersebut dilakukan menyusul berkumpulnya massa KPK GL di lokasi lahan HGU sekitar pukul 07.30 WIB. Massa berada di bawah kendali Ketua KPK GL, Asan.

 

Situasi sempat memanas sekitar pukul 09.30 WIB. Pihak PT Kalijeruk Baru datang ke lokasi dan mencabut bendera yang terpasang. Polisi yang berada di lokasi langsung melakukan langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya benturan.

 

Sebelum membubarkan diri sekitar pukul 09.20 WIB, pihak KPK GL juga menyampaikan rencana melakukan blokade akses keluar-masuk menuju areal HGU perusahaan pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

 

Rencana tersebut disebut akan dilakukan dengan memasang atau menumpuk batu pada sejumlah akses jalan kebun. Beberapa titik yang diperkirakan menjadi lokasi penutupan antara lain Pertigaan Afdeling Tetelan, Simpang Empat Jalan Kebun, pertigaan sebelah timur Sumber Lancing, serta jalan perbatasan lahan Perhutani dengan HGU PT Kalijeruk Baru.

 

Kapolsek Randuagung Iptu Edi Kuswanto mengatakan, polisi mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis untuk mencegah persoalan lahan tersebut berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

 

“Kami mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis. Kedua pihak kami imbau untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gesekan. Kami ingin situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Edi Kuswanto.

 

Kanit Intelkam bersama Kanit Reskrim Polsek Randuagung juga melakukan pendekatan kepada kedua pihak. Komunikasi tersebut dilakukan untuk meredam ketegangan sekaligus mencegah berkembangnya situasi menjadi konflik yang lebih luas.

 

Setelah mendapat imbauan dan pendekatan petugas, massa KPK GL maupun pihak perusahaan akhirnya membubarkan diri dan meninggalkan lokasi secara tertib.

 

Polsek Randuagung memastikan pemantauan terhadap situasi tersebut akan terus dilakukan. Bhabinkamtibmas juga akan dilibatkan untuk menjaga komunikasi di tingkat masyarakat dan mengantisipasi munculnya provokasi.

 

Edi mengatakan, kedua pihak telah diimbau agar tidak mengambil tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan, termasuk rencana penutupan akses jalan maupun tindakan lain yang dapat memicu ketegangan.

 

“Kami juga melakukan komunikasi dengan pihak KPK GL agar tidak melanjutkan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, termasuk rencana penutupan akses jalan. Kepada pihak perusahaan juga kami imbau menghindari tindakan yang dapat memicu ketegangan,” jelasnya.

 

Menurut Edi, persoalan lahan sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Penyelesaian melalui jalur tersebut dinilai penting agar permasalahan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

 

“Kami mengimbau kedua pihak mengedepankan penyelesaian melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.

 

Polsek Randuagung akan melanjutkan monitoring dan penggalangan terhadap kedua pihak untuk menjaga situasi tetap terkendali.

 

 “Kami berharap persoalan ini dapat segera dimediasi oleh pihak-pihak terkait sehingga ada solusi yang dapat diterima dan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Yang paling penting saat ini adalah kedua pihak dapat menahan diri,” pungkas Edi (Red).