English course
Rumah Bahasa Inggris Resmi Dibuka di Lumajang, Hadirkan Program TOEFL hingga Beasiswa
Lumajang – Inovasi pembelajaran bahasa Inggris terus berkembang di Kabupaten Lumajang. Kali ini, Rumah Bahasa Inggris resmi diperkenalkan sebagai wadah pengembangan kemampuan berbahasa asing yang tidak hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga membiasakan peserta berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Peresmian lembaga tersebut dipimpin langsung CEO Rumah Bahasa Inggris, Mr Solehudin, Senin (2/11/2026). Berlokasi di Jalan Kalimas, Kelurahan Rogotrunan, RT 4/RW 13, Lumajang, lembaga ini menawarkan konsep pembelajaran interaktif dengan mengadopsi metode yang berkembang di Kampung Inggris Pare, Kediri.
Dalam pemaparannya, Mr Solehudin menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak cukup hanya diperoleh melalui teori dan pembelajaran di ruang kelas. Peserta didik perlu dibiasakan mempraktikkan bahasa Inggris secara langsung agar lebih percaya diri, terbiasa berbicara, dan mampu berkomunikasi dengan lancar.
Pengalaman tersebut sebelumnya telah diterapkan melalui kerja sama dengan MAN Lumajang. Salah satu program yang dijalankan adalah pembentukan asrama berbahasa Inggris selama satu bulan.
Selama mengikuti program tersebut, para peserta dibiasakan menggunakan bahasa Inggris selama 24 jam dalam aktivitas sehari-hari. Hasilnya, anak didik mulai terbiasa berkomunikasi tanpa rasa malu dan semakin lancar menggunakan bahasa Inggris.
"Jadi, pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Anak-anak harus dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari agar mereka tidak malu dan semakin percaya diri saat berbicara," demikian penjelasan Mr Solehudin.
Tak hanya pembelajaran reguler, Rumah Bahasa Inggris juga menyediakan program bimbingan TOEFL sebagai bekal bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan maupun meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik dan profesional.
Capaian lembaga ini juga terlihat melalui keterlibatannya dalam program kolaborasi bersama Kementerian Agama pada 2025, yakni Gerakan Madrasah Berbahasa (Gema Berbaris) tingkat Jawa Timur.
Dalam program tersebut, Lumajang menjadi salah satu dari dua kabupaten yang menjalankan program di tingkat provinsi. Dari lebih dari 500 lembaga yang menjadi sasaran program, sebanyak 18 lembaga tercatat menjalankan kegiatan tersebut.
Hingga saat ini, program Fantastic English Course telah menjangkau 1.113 siswa dan guru. Angka tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan pendidikan madrasah.
Dengan mengadopsi metode pembelajaran ala Kampung Inggris Pare, Rumah Bahasa Inggris diproyeksikan mampu menampung hingga 396 peserta setiap bulan. Kapasitas tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Lumajang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris.
Menariknya, momentum peresmian juga diwarnai pemberian beasiswa pendidikan kepada 40 siswa yang berasal dari MTsN, MI Al Abror, dan MAN Lumajang.
Pemberian beasiswa tersebut menjadi bentuk dukungan lembaga dalam memperluas kesempatan belajar, khususnya bagi pelajar yang membutuhkan akses pengembangan kemampuan bahasa Inggris.
Ke depan, Rumah Bahasa Inggris juga berencana menghadirkan program pembelajaran gratis bagi para penyintas erupsi Gunung Semeru. Program tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, lembaga ini turut mendorong Gerakan Madrasah Berbahasa Arab dan Inggris sebagai upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui berbagai program tersebut, Rumah Bahasa Inggris diharapkan tidak hanya menjadi tempat kursus, tetapi juga menjadi pusat pengembangan keterampilan bahasa asing yang mampu melahirkan generasi Lumajang yang percaya diri, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global (Red).
Editor : Redaksi