Bersama Petani Milenial

DPRD Lumajang Hadiri Pengukuhan Pengurus HKTI 2026–2031, Pemuda Didorong Jadi Pahlawan Pangan Masa Depan

avatar Babun Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Pelantikan dan pengukuhan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Lumajang masa bakti 2026–2031
Pelantikan dan pengukuhan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Lumajang masa bakti 2026–2031

Lumajang - Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan menopang perekonomian masyarakat. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian menjadi kebutuhan penting untuk memastikan keberlanjutan pangan sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan bangsa.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Lumajang masa bakti 2026–2031 yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (16/10/2026).

DPRD Kabupaten Lumajang turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui Ketua Komisi B DPRD Lumajang, Deddy Firmansyah, dan anggota Komisi A, Hospita Eka Sari. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Lumajang, Hj. Indah Amperawati, M.Si., serta Ketua DPD HKTI Jawa Timur, H. Arum Sabil, yang mengukuhkan 21 ketua dan pengurus HKTI tingkat kecamatan.

Ketua DPD HKTI Jawa Timur, H. Arum Sabil, menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk peneguhan amanah dan penyamaan harapan bagi para petani, khususnya di Kabupaten Lumajang.

Dengan terbentuknya kepengurusan HKTI di 21 kecamatan, diharapkan komunikasi dan koordinasi antara organisasi petani dengan pemerintah semakin kuat. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan kedaulatan pangan nasional.

Pemuda Harus Hadir Menjadi Pahlawan Pangan

Salah satu tantangan besar sektor pertanian saat ini adalah bagaimana menarik minat generasi muda agar mau terjun dan berkontribusi dalam dunia pertanian.

Pertanian tidak boleh lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional yang identik dengan keterbatasan. Sebaliknya, pertanian harus menjadi sektor yang menjanjikan, modern, inovatif, dan memiliki peluang ekonomi yang besar bagi generasi muda.

Pemuda Lumajang harus berani mengambil peran sebagai pahlawan pangan masa depan. Dengan kreativitas, penguasaan teknologi, serta semangat kewirausahaan, generasi muda dapat membawa perubahan dalam sistem pertanian, mulai dari proses produksi, pengolahan hasil panen, hingga pemasaran produk pertanian.

Pemanfaatan teknologi pertanian modern, mekanisasi, digitalisasi pemasaran, pengembangan pupuk organik, serta inovasi pengolahan hasil pertanian perlu terus didorong agar sektor pertanian semakin produktif dan memiliki daya saing.

Regenerasi petani juga harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai potensi lahan pertanian yang dimiliki Kabupaten Lumajang tidak diimbangi dengan ketersediaan generasi penerus yang memiliki kemampuan dan semangat untuk mengelolanya.

HKTI Harus Menjadi Kekuatan Perjuangan Petani

Keberadaan HKTI di 21 kecamatan diharapkan mampu memperkuat posisi petani dalam menghadapi berbagai persoalan pertanian, mulai dari ketersediaan pupuk, harga hasil panen, akses permodalan, infrastruktur irigasi, hingga kepastian pasar.

Organisasi ini juga diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara petani, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan agar kebijakan pertanian benar-benar berpihak kepada kesejahteraan petani.

DPRD Kabupaten Lumajang, khususnya melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, memiliki peran penting dalam mendorong kebijakan yang mendukung kemajuan sektor pertanian. Dukungan terhadap infrastruktur pertanian, pemberdayaan kelompok tani, penguatan UMKM berbasis hasil pertanian, serta pengembangan pertanian yang berkelanjutan harus menjadi perhatian bersama.

Lumajang memiliki potensi pertanian yang besar. Potensi tersebut perlu dikelola secara maksimal melalui kolaborasi antara petani, HKTI, pemerintah daerah, DPRD, akademisi, dan generasi muda.

Membangun Pertanian Berarti Menjaga Masa Depan Bangsa

Pengukuhan pengurus HKTI masa bakti 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun komitmen dalam memajukan pertanian Kabupaten Lumajang.

Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, diperlukan semangat gotong royong dan kerja nyata agar sektor pertanian mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah sekaligus penopang kedaulatan pangan nasional.

Sudah saatnya anak muda Lumajang mengubah cara pandang terhadap pertanian. Menjadi petani bukan berarti tertinggal, tetapi menjadi bagian dari perjuangan besar menjaga kehidupan dan masa depan bangsa.