Lewat Sosialisasi BKKBN
Charles Meikyansah Dorong Pelibatan Guru Ngaji dalam Menyukseskan Program Keluarga Berencana dan Pencegahan Stunting
Lumajang - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan (Dapil) Lumajang–Jember, H. Charles Meikyansah, mendorong pemerintah untuk melibatkan guru ngaji dalam menyosialisasikan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Pelibatan tokoh agama dinilai penting untuk memperluas edukasi masyarakat, khususnya dalam mencegah pernikahan dini dan mewujudkan keluarga berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Charles saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Bersama Mitra Kerja yang digelar di Hotel Aby Lumajang, Rabu (4/11/2026).
Dalam sambutannya, Charles menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan keluarga berencana dan menekan angka stunting. Berbagai program dan infrastruktur telah dibangun, termasuk melalui pemberdayaan kader PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak edukasi masyarakat.
Namun demikian, menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan lebih luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan guru ngaji yang memiliki kedekatan serta pengaruh sosial di lingkungan masyarakat.
Charles menilai guru ngaji memiliki posisi strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya membangun keluarga yang matang, sehat, dan berkualitas.
"Guru ngaji, kita berharap dilibatkan bukan secara formal ya, tapi secara nonformal dengan ketokohannya bisa menyosialisasikan program keluarga berencana, salah satunya mencegah pernikahan dini," jelas Charles.
Ia menambahkan, pencegahan pernikahan dini perlu menjadi perhatian bersama karena kesiapan usia, mental, kesehatan, dan ekonomi merupakan faktor penting dalam membangun rumah tangga yang berkualitas. Dengan edukasi yang tepat sejak dini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga sebagai salah satu langkah mencegah munculnya persoalan sosial dan stunting.
Sementara itu, Sekretaris BKKBN Jawa Timur, Ghana Renaldi Pasca Surya, S.H., M.Ak., menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menjalankan berbagai program untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas.
Menurutnya, keluarga merupakan organisasi terkecil dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Oleh karena itu, membangun keluarga yang kuat menjadi fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang kuat sekaligus negara yang maju.
Dalam kesempatan tersebut, Ghana juga menanggapi aspirasi kader-kader Keluarga Berencana (KB) terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi anak-anak yang mengalami stunting. Para kader berharap pemberian MBG dapat disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing anak sehingga manfaatnya lebih optimal.
Menanggapi hal tersebut, Ghana menyatakan pihaknya akan mengoordinasikan aspirasi tersebut dengan pimpinan dan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kita akan koordinasi dengan BGN ya, kita memang berharap MBG yang diberikan bisa sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak stunting," terangnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara DPR RI, BKKBN, pemerintah daerah, kader KB, PKK, Posyandu, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menyukseskan program Bangga Kencana.
Pelibatan berbagai unsur masyarakat diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi keluarga berencana, meningkatkan kesadaran pencegahan pernikahan dini, serta mempercepat upaya penurunan stunting demi terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Editor : Redaksi