Kasus Penilepan Dana Simpan-Pinjam PNPM Mandiri Rowokangkung, Kejaksaan Mintai Keterangan Saksi

Penulis : lumajangsatu.com -
Kasus Penilepan Dana Simpan-Pinjam PNPM Mandiri Rowokangkung, Kejaksaan Mintai Keterangan Saksi

Lumajang(lumajangsatu.com) - Kasus penyelewenngan penggunaan dana PNPM Mandiri di Kecamatan Rowokangkung mulai diselidiki oleh Tim Kejaksaan Tinggi Lumajang. Sebanyak 10 saksi dimintai keterangan di kantor korps baju coklat itu.

Sumber di kejaksaan, Senin(07/9) siang, pemanggilan para saksi-saksi yang menjalankan dana simpan pinjam untuk dimintai keterangan soal aliran dana. Pasalnya, dana yang ditilep oleh salah satu oknum pengurus PNPM Mandiri mencapai ratusan juta.

"Saya itu, diberi 14 juta untuk menjalankan simpan pinjam, ternyata oleh pengurus yang namanya Lestari dilaporanya sebesar 24 juta, yang 10 juta saya tidak tahu," ungkap salah satu saksi yang namanya enggan disebutkan.

"Saya sering kirim setoran, tapi jarang diberi kwintasi, oleh Lestari pengurus PNPM," ungkapnya.

Para saksi yang dipanggil oleh kejaksaan mengaku tidak tahu menahu soal ada penilepan dana simpan pinjam oleh oknum UPK PNPM Mandiri Rowokangkung. "Ngene iki wes, awak dewe gak melu-melu, malah wira-wiri Lumajang-Rowokangkung," ungkap salah satu saksi dari Dawuhan Wetan.

Sementara, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Lumajang yang baru, Hamidi belum bisa dikonfirmasi. Lantaran masih banyak melakukan penyelidikan dan penyidikan atas tunggakan kasus dugaan korupsi.(ls/red)

Editor : Redaksi

Berada di Zona Rawan Bencana

Lumajang Perlu Penambahan Alat Pemantau Banjir dan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Lumajang - Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengungkapkan bahwa penambahan alat pemantau aktivitas vulkanik Gunung Semeru sangat penting untuk meningkatkan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) di wilayah rawan bencana. Hal ini menyusul adanya kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah yang berada di sepanjang jalur aliran lahar dingin Gunung Semeru.