Lumajang - Disela sela kesibukan kerja, Kapolres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa sempatkan diri kunjungi museum Lumajang yang berada di pintu masuk Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang. Dia penasaran dengan peradaban besar masyarakat kaki Gunung Semeru dan Lemongan.
Kapolres didampingi Kapolsek Kedungjajang, Iptu Nur Khamim mengelilingi etalase kaca yang ada di dalam ruangan museum untuk melihat benda benda kuno hasil peninggalan nenek moyang orang Lumajang yang terpajang di tempat itu.
Baca juga: Lewat Pandangan Umum, Fraksi PDI Perjuangan Apresiasi Kinerja Sekaligus Beri Masukan Bupati Lumajang
Selain itu, Kapolres juga tertarik dengan patung kuda kencak sebagai icon Kota Lumajang yang berdiri di dalam ruangan tersebut. " patung kuda kencak ya Lumayan bagus," ujarnya.
Namun demikian pihaknya sangat menyayangkan karena masih banyak peninggalan peninggalan nenek moyang asli Lumajang yang tidak terpamampang di museum tersebut.
Baca juga: Harry Purwanto Ajak Siswa Baru SMPN 1 Lumajang Bijak Bermedia Sosial Saat MPLS
" Seharusnya, pemerintah daerah bekerjasama dengan para budayawan-budayawan yang ada di Lumajang untuk menggali lagi potensi alam yaitu peninggalan para leluhur atau menek moyang asli Lumajang sebagai edukasi anak anak muda di Lumajang,' tuturnya.
Selain itu lanjut Deddy Millewa, bangunan museum tersebut kurang luas serta koleksi barangnya kurang banyak sehingga kurang menarik peminat para pengunjung yang datang ke museum itu.
Baca juga: Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik
" Jika bangunannya luas serta tempat parkir nyaman serta koleksi barangnya lengkap, mungkin akan menarik para pengunjung," pungkasnya. (Oky/ls/red)
Editor : Redaksi