Terasa Selama Dua Jam

6 Desa Terdampak Hujan Abu dari Semburan Awan Panas Semeru Lumajang

lumajangsatu.com
Terlihat semburan awan panas guguran mengepul dari puncak Semeru membumbung ke udara

Candipuro - Awan Panas Guguran (APG) gunung Semeru Selasa pagi (02/02/2021) menimbulkan hujan abu vulkanik di dua Kecamatan. Ada enam Desa di dua Kecamatan mengalami hujan abu. Hujan abu vulkanik berhenti setelah diguyur hujan yang cukup lebat.

Desa Tambharejo, Penanggal, Tumpeng, Klopo Sawit dan Sumbermujur Kecamatan Candipuro. Sedangkan satu Desa berada di Kecamatan Pasrujambe yakni Desa Pasrujambe.

Baca juga: Gandeng BRIN, Anggota DPR RI Nur Purnamasidi Gelar Bimtek Strategi Media Sosial untuk UMKM di Lumajang

"Itu tadi sekitar pukul 08.18 wib mulai dirasakan ada dampak hujan abu sampai jam 11 siang, kurang lebih sekitar 2 jam hujan abunya," ujar Joko Sambang Kabid Kedaruratan dan Rahbilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.

Luncuran awan panas sekitar 5 kilo meter di jalaur lahar Semeru. Karena masih jauh dari permukiman warga, tidak ada warga yang mengungsi, namun tetap waspada karena aktifitas Semeru sewaktu-waktu bisa berubah.

Baca juga: Ramp Check 37 Bus di Terminal Menak Koncar, Lima Kendaraan Dinyatakan Tak Layak Uji

"Ada 6 desa yang terdampak, abunya tipis, karena kejadiannya hanya 1 menit. Luncuran abu sejauh 4-5 kilo meter dari puncak Semeru," paparnya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menghimbau warga di sekitar kawasan terdampak bencana Semeru untuk selalu waspada. BPBD, TNI dan Polri selalu siaga mengantisipasi kejadian terburuk yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Baca juga: Dari Tutup Botol Bekas Jadi Gantungan Kunci, Mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang Ajak Santri Kreatif Kelola Sampah

"Yang kita khawatirkan saat ini adalah lahar dingin yang bisa turun jika terjadi hujan lebat di puncak Semeru," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru