Lumajang - Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Katedral Makassar. FKUB menilai, aksi bom bunuh diri tidak ada kaitannya dengan agama, karena semua agama tidak mengajarkan kekerasan.
"Semua agama tidak mengajarkan tentang kekerasan, jadi pelaku bom di Makasaar tidak ada hubungannya dengan agama," ujar Asir SH, MH, ketua FKBU Lumajang, Rabu (31/03/2021).
Baca juga: Pemkab Lumajang Larang ASN Live di Media Sosial Saat Jam Kerja, Tegaskan Disiplin dan Etika Digital
Jika pelaku bergama Islam, maka nampaknya pelaku salah tentang mengartikan Islam. Sehingga jika ada yang menganggap bom bunuh diri asalah jihad, maka pemahaman itu salah.
Baca juga: Polres Lumajang Hadiri Perayaan Natal BKSAG 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Keamanan
"Jika mereka menganggap bom bunuh diri adalah jihad, itu adalah pemahaman yang salah dan sesat," paparya.
FKUB meminta polisi mengusut tuntas pelaku teror yang mengancam keutuhan NKRI. Pemeritah juga harus melakukan pembinaan tenrhadap kelompok-kelompok yang terpapapr radikalisme.
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Kunir Intensifkan Patroli Jalan Raya
"Pemerintah harus mengusut tuntas hingga keakar-akarnya. Pembinaan pada orang dan kelompok terpapar radikalisme juga perlu dilakukan," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi