Lumajang - Kecelakaan Kereta Api Probowangi VS Elf Isuzu di perlintasan kereta Desa Ranupakis Kecamatan Klakah menjadi yang paling tragis. Pasalnya, ada 15 penumpang dalam kejadian pada Minggu malam (19/11/2023), 11 diantaranya meninggal dunia dan 4 lainnya luka berat.
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
Sutikno, warga Ranupakis menyatakan lokasi tersebut memang sering terjadi kecelakaan. Kondisi perlintasan tanpa palang pintu membuat pengendara kadang lengah sehingga tanpa menoleh kanan-kiri, langsung melintas saja.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
Warga memberikan saran agar mobil Isuzu Elf yang kecelakaan bisa dijadikan monumen di dekat perlintasan agar menjadi saksi sejarah. Sehingga warga yang melintas selalu mengingat peristiwa tragis tersebut, sehingga saat melintas di rel kereta Ranupakis selalu berhati-hati.
“Kalau bisa kita usulkan, mobil Elf itu dijadikan monumen di dekat pintu perlintasan agar selalu menjadi pengingat bagi warga yang melintas agar selalu waspada,” terangnya.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
Para korban kecelakaan merupakan warga Surabaya yang hendak pulang dari acara reuni sekolah di Banyuwangi. Diduga, sopir mengikuti petunjuk google map dan melewati jalur alternatif untuk menuju Kecamatan Klakah dan tembus ke Kecamatan Ranuyoso. Kondisi gelap dan sopir tidak paham medan, sehingga tidak sadar jika didepannya ada perlintasan kereta api tanpa palang pintu.(Yd/red)
Editor : Redaksi