Ibadah haji

Ribuan Jemaah Haji Lumajang Siap Berangkat, Layanan Humanis Jadi Prioritas

Reporter : Indana Zulfa
Bupati Lumajang Tunjukkan Kepedulian, Dampingi Jemaah Lansia Jelang Keberangkatan Haji

Lumajang -  Penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Kabupaten Lumajang tampil dengan wajah baru. Tak sekadar mengurus keberangkatan, pemerintah kini menitikberatkan pelayanan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah, terutama bagi kelompok lanjut usia dan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus.

 

Baca juga: Polisi Sahabat Anak, Satlantas Lumajang Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini

Sebanyak 1.256 jemaah haji dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci dengan sistem pelayanan yang disebut lebih responsif terhadap kebutuhan individu. Pendekatan ini menjadi langkah penting agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan bermartabat.

 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, menegaskan bahwa pelayanan haji saat ini tidak lagi bersifat umum dan seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing jemaah.

 

“Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan perhatian yang layak, terutama lansia dan mereka yang membutuhkan pendampingan. Kenyamanan dan ketenangan mereka menjadi prioritas,” ujar Umar Hasan, Selasa (5/5/2026).

 

Konsep pelayanan inklusif itu diwujudkan melalui penataan kloter yang lebih tertib, pendampingan khusus bagi kelompok rentan, hingga kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan cepat dan responsif di setiap tahapan perjalanan.

Baca juga: Bukan Sekadar Mengajar, Guru PAUD Diminta Jadi Penggerak Pendidikan dan Pembentukan Karakter Anak

 

Tak hanya itu, kesiapan administrasi dan kesehatan yang telah dirampungkan lebih awal juga menjadi faktor penting dalam menciptakan kenyamanan jemaah. Dengan minim kendala teknis, para calon haji diharapkan dapat lebih fokus mempersiapkan diri secara spiritual menjelang keberangkatan.

 

Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas sektor demi memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Baca juga: Enam Sepeda untuk Anak Yatim, Ikhtiar Bunda Indah Jaga Semangat Sekolah

 

Pendekatan ini menandai perubahan paradigma pelayanan haji, bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kelancaran teknis, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian bagi setiap jemaah.

 

Melalui layanan yang lebih empatik dan berorientasi pada kebutuhan manusia, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lebih khusyuk sekaligus merasakan kehadiran negara yang benar-benar melayani (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru