Pengeroyokan

Viral Dikira Begal, Pemuda Asal Jember Ternyata Dikeroyok Gerombolan Bermotor di Tekung Lumajang

Reporter : Indana Zulfa
Korban ketika mendapatkan pertolongan medis

Lumajang — Informasi dugaan aksi begal yang sempat menggegerkan media sosial di wilayah Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang dipastikan tidak benar. Polisi menegaskan peristiwa yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) tersebut merupakan kasus pengeroyokan brutal yang dilakukan sekelompok orang terhadap seorang pemuda asal Jember.

 

Baca juga: Sinergitas TNI-Polri Kawal Pemilihan Ketua RW 02 Rogotrunan, Jakfar Menang Telak Raih 162 Suara

Korban diketahui bernama Ifander Rizal, warga Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Saat kejadian, korban sedang berboncengan dengan rekannya dari arah Lumajang.

 

Namun setibanya di Jalan Raya Wonokerto, tepat di depan warung milik warga bernama Pak Imron, korban berpapasan dengan rombongan pemuda bermotor yang jumlahnya disebut lebih dari 20 orang.

 

Tak lama setelah berpapasan, rombongan tersebut tiba-tiba berbalik arah dan langsung mengejar korban. Situasi mendadak mencekam ketika korban dihentikan lalu dikeroyok secara brutal di pinggir jalan.

 

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menegaskan hasil penelusuran polisi memastikan kasus itu bukan aksi begal seperti yang ramai disebut di media sosial.

Baca juga: Diduga Hilang Kendali, Isuzu Elf Terjun ke Sungai di Yosowilangun, Sopir Selamat

 

“Setelah dilakukan penelusuran, kejadian tersebut bukan tindak pidana begal, melainkan pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang terhadap korban,” ujar Ipda Suprapto, Sabtu (9/5/2026).

 

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka dan sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tekung. Setelah menjalani perawatan, korban bersama temannya diketahui langsung pulang ke Jember.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Karnaval Akulturasi Budaya Pagowan, Kapolsek Pasrujambe Tekankan Keamanan dan Ketertiban

 

Peristiwa itu sempat memicu kepanikan warga setelah narasi “begal” menyebar cepat di media sosial di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terhadap situasi keamanan jalanan di Lumajang beberapa hari terakhir.

 

Polisi kini masih melakukan pendalaman terkait kasus pengeroyokan tersebut dan mengimbau masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru