Lumajang – Haru dan bangga menyelimuti Desa Sukosari, Kabupaten Lumajang. Seekor sapi milik peternak lokal terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Iduladha tahun ini.
Baca juga: Diduga Hendak Curi Motor, Pemuda di Randuagung Lumajang Diamankan Warga
Sapi jenis metal cross bernama “Kang Jo” itu bukan sekadar ternak biasa. Di balik tubuhnya yang mencapai bobot 1 ton 144 kilogram, tersimpan perjalanan panjang penuh ketelatenan dari sang pemilik, Reyhan.
Dengan suara bergetar, Reyhan mengaku tak menyangka hasil jerih payahnya mampu menembus standar tertinggi hingga dipilih sebagai hewan kurban orang nomor satu di Indonesia.
“Alhamdulillah sangat bangga dan senang, ini hasil dari usaha dan perawatan yang kami lakukan selama ini,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Setiap hari, “Kang Jo” dirawat dengan penuh perhatian—mulai dari pengaturan pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga pemantauan kesehatan secara rutin. Bagi Reyhan, sapi tersebut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga buah kesabaran dan dedikasi.
Baca juga: Bupati dan Polisi Turun Langsung, Penegakan Aturan Tak Hanya di Atas Kertas
Keberhasilan ini menjadi lebih dari sekadar pencapaian pribadi. Ia menjadi simbol bahwa peternak lokal mampu bersaing dan menghasilkan ternak berkualitas tinggi.
Di tengah keterbatasan, kerja keras Reyhan membuktikan bahwa kualitas lahir dari ketekunan, bukan semata skala usaha. Dari kandang sederhana di desa, kini “Kang Jo” melangkah menuju panggung nasional.
Baca juga: Bupati Lumajang Pimpin Sidak Malam, Tegaskan Pelaku Usaha Wajib Taat Aturan
Momentum ini diharapkan menjadi penyemangat bagi peternak lain di Lumajang untuk terus meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak. Sebab, di balik setiap hasil besar, selalu ada proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan.
Kisah “Kang Jo” pun menjadi pengingat: dari desa, mimpi besar bisa tumbuh dan suatu hari, bisa sampai ke Istana (Red).
Editor : Redaksi