Pembangunan
Anggaran Rp288,9 Juta Digelontorkan, Pasar Klojen Lumajang Direhab Tanpa Relokasi Pedagang
Lumajang — Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai membenahi sejumlah fasilitas di Pasar Klojen, Kecamatan Lumajang. Dengan anggaran sekitar Rp288,9 juta, rehabilitasi menyasar bagian pasar yang dinilai mengganggu kenyamanan pedagang maupun pembeli.
Menariknya, proses perbaikan dilakukan tanpa merelokasi pedagang. Pemerintah memastikan aktivitas jual beli tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan pemeliharaan pasar diprioritaskan pada fasilitas yang paling berpengaruh terhadap aktivitas transaksi.
“Pemeliharaan pasar itu, lokasi yang mengganggu transaksi dan kenyamanan, menjadi prioritas,” kata Ridha, Senin (10/8/2026).
Sejumlah bagian yang menjadi sasaran rehabilitasi meliputi atap sisi selatan sepanjang sekitar 40 meter, drainase, serta akses jalan di dalam pasar.
“Ada sekitar 40 meter atap yang kami rehab, kemudian drainase serta jalan di pasar juga kami perbaiki. Totalnya kisaran Rp288 juta,” ujarnya.
Ridha menjelaskan, perbaikan Pasar Klojen sebenarnya telah direncanakan sejak tahun sebelumnya. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut baru dapat direalisasikan pada 2026.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan melalui mekanisme pengadaan langsung (PL). Pemkab Lumajang tetap mempertimbangkan kemampuan serta pemenuhan persyaratan dalam menentukan pihak pelaksana.
“Minimal secara kriteria memenuhi syarat. Yang penting tiga pekerjaan tersebut dapat menyelesaikan masalah masyarakat, khususnya pedagang pasar,” jelasnya.
Pedagang Tetap Berjualan
Di tengah proses rehabilitasi, Pemkab Lumajang memastikan pedagang tidak perlu angkat kaki dari lokasi jualannya. Pemerintah memilih melakukan komunikasi dengan pedagang agar pekerjaan dapat berjalan tanpa menghentikan aktivitas perdagangan.
Ridha mengakui pengerjaan, khususnya pada bagian atap, berpotensi menimbulkan gangguan sementara. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak sampai mengharuskan pedagang direlokasi.
“Ketika pengerjaan bagian atas atau atap pasar, paling kami komunikasi dengan pedagang. Pastinya ada sedikit gangguan, tetapi tidak sampai relokasi,” katanya.
Komunikasi dengan pedagang menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi. Pemerintah ingin pekerjaan berjalan sesuai target, namun pada saat yang sama aktivitas ekonomi masyarakat tetap hidup.
Perbaikan atap diharapkan membuat area perdagangan lebih nyaman dan aman. Sementara pembenahan drainase dan jalan ditujukan untuk memperbaiki fasilitas pendukung yang digunakan pedagang maupun pengunjung setiap hari.
Benahi Pasar, Jaga Ekonomi Pedagang
Rehabilitasi Pasar Klojen menjadi bagian dari upaya Pemkab Lumajang menjaga pasar tradisional sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Alih-alih melakukan pembenahan secara besar-besaran yang berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan, pemerintah memilih memperbaiki bagian-bagian yang dianggap paling mendesak dan berdampak langsung terhadap kenyamanan.
Dengan anggaran hampir Rp289 juta tersebut, Pemkab Lumajang berharap perbaikan tidak sekadar mempercantik fisik pasar, tetapi juga menciptakan ruang perdagangan yang lebih nyaman tanpa mengorbankan aktivitas pedagang yang menggantungkan penghasilan dari Pasar Klojen (Red).
Editor : Redaksi