Tradisi

Warisan Budaya Nelayan Tetap Lestari, Polisi Kawal Tradisi Petik Laut di Pantai Bulu Tempursari

Reporter : Indana Zulfa
Jaga Kearifan Lokal, Polisi Amankan Tradisi Petik Laut Masyarakat Pesisir Lumajang

Lumajang – Tradisi Petik Laut yang menjadi warisan budaya masyarakat pesisir kembali digelar di Pantai Bulu, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Kamis (18/6/2026). Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, anggota Polsek Tempursari diterjunkan melakukan pengamanan di lokasi acara.

 

Baca juga: Antusiasme Membludak, MPM Honda Jatim Kembali Hadirkan Program “Untukmu Konsumen Honda” di Lumajang

Sejak pagi hari, ratusan warga tampak antusias mengikuti tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat nelayan pesisir selatan Lumajang. Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur atas hasil laut yang diperoleh sekaligus doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan saat melaut.

 

Pengamanan dilakukan di sejumlah titik kegiatan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan masyarakat dapat mengikuti acara dengan nyaman. Bhabinkamtibmas Desa Tegalrejo, Briptu Bagus, turut hadir di tengah masyarakat untuk memantau jalannya kegiatan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

 

Selain sarat nilai spiritual, tradisi Petik Laut juga menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat pesisir. Momentum tahunan ini dimanfaatkan warga untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga kearifan lokal yang masih hidup dan berkembang hingga saat ini.

 

Kapolsek Tempursari, IPTU Sukirno, mengatakan kehadiran anggota kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

 

“Pengamanan kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti tradisi Petik Laut. Kegiatan budaya seperti ini merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama,” ujar IPTU Sukirno.

 

Baca juga: Polisi Kawal Pengesahan PSHT, Belasan Calon Anggota Kunir Tiba Aman di Lokasi Kegiatan

Menurutnya, kelancaran pelaksanaan tradisi Petik Laut tidak lepas dari sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga yang bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

 

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Berkat kerja sama yang baik, seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas,” katanya.

 

IPTU Sukirno menegaskan, Polri akan terus mendukung berbagai kegiatan positif masyarakat, termasuk tradisi budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan daerah.

 

Baca juga: Kawal Ketat 35 Calon Warga PSHT, Polsek Pasrujambe Pastikan Perjalanan Aman ke Padepokan Lumajang

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga mendukung kegiatan sosial dan budaya masyarakat. Kami berharap tradisi Petik Laut terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur,” tambahnya.

 

Tradisi Petik Laut sendiri menjadi salah satu agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat pesisir. Selain memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat, kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menyaksikan secara langsung tradisi khas masyarakat nelayan di pesisir selatan Lumajang.

 

Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, situasi di kawasan Pantai Bulu terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kejadian menonjol selama pelaksanaan tradisi berlangsung (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru