LUMAJANG – Kejuaraan yang digelar Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Lumajang tersebut resmi dibuka Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa turnamen tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, mental bertanding, dan sportivitas bagi atlet usia dini.
Baca juga: Jelang Subuh, Rotator Biru Polisi Sisir Jalanan Ranuyoso, Cegah Begal dan Curanmor
"Jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk mencari pengalaman, mengasah kemampuan, serta meraih prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas," ujar AKBP Alex Sandy Siregar.
Ketua PELTI Lumajang, IPDA Ach. Chairul Anwar, menjelaskan kejuaraan diikuti 86 peserta dari berbagai sekolah di Jawa Timur. Mereka akan bersaing pada nomor tunggal putra dan tunggal putri kelompok umur 10, 12, 14, dan 16 tahun.
Baca juga: Kapolres Lumajang Hadiri Pengukuhan LPTQ dan FKUB, Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan dan Kamtibmas
Pertandingan berlangsung di tiga venue, yakni Lapangan Tenis Stadion Lumajang, Lapangan Tenis Aspol, dan Lapangan Tenis Semeru Lumajang.
Menurut Chairul Anwar, turnamen ini merupakan bagian dari pembinaan atlet usia dini sekaligus tolok ukur kemampuan para petenis muda sebelum bersaing di level yang lebih tinggi.
Baca juga: Polisi Turun ke Sawah, Polsek Ranuyoso Kawal Pertumbuhan Jagung Warga Demi Ketahanan Pangan
Selain memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80, kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia. Ajang tersebut juga menjadi bukti sinergi antara Polri dan dunia olahraga dalam membangun generasi muda yang sehat, berprestasi, disiplin, dan berjiwa sportif (Red).
Editor : Redaksi