Masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

Segoro Topeng Kaliwungu Guncang Pantai Watu Pecak, Investasi Budaya Lumajang Sekaligus Dongkrak Ekonomi UMKM

Reporter : Babun Wahyudi
Ribuan masyarakat tumpah ruah di event Segoro Topeng Kaliwungu di Watu Pecak Pasirian-Lumajang

Lumajang – Pelestarian budaya sejati tidak sekadar diukur dari megahnya festival yang digelar, melainkan dari lahirnya generasi muda yang mencintai dan mampu meneruskan tongkat estafet tradisi. Semangat regenerasi inilah yang terpancar kuat lewat aksi kolosal 500 penari muda dalam puncak acara Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak 2026 di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (28/6/2026).

Ratusan penari yang tampil memukau tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari sekitar 1.100 peserta yang mendaftar. Mereka menyisihkan pesaingnya dari 114 sekolah dan 29 sanggar tari di seluruh Kabupaten Lumajang. Setelah melalui proses kurasi dan pembinaan intensif, para talenta muda ini sukses menyuguhkan pertunjukan kolosal yang memikat mata penonton sekaligus mengangkat kekayaan budaya lokal.

Baca juga: Segoro Topeng Kaliwungu di Watu Pecak Lumajang Sukses Pukau Ribuan Pengunjung

Atrasksi para penari di event Segoro Topeng Kaliwungu 2026

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa keterlibatan aktif para pelajar dan generasi muda dalam ajang ini merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan seni budaya daerah.

"Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui festival atau pertunjukan sesaat. Yang paling penting adalah menanamkan rasa memiliki (sense of belonging) kepada generasi muda. Ketika mereka memahami makna di balik budaya daerahnya, di situlah warisan leluhur akan terus hidup," ujar bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut.

Bunda Indah menambahkan, proses latihan panjang yang dilalui para peserta bukan sekadar persiapan untuk tampil di panggung. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi wadah pembentukan karakter yang menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta rasa cinta yang mendalam terhadap tanah kelahiran.

Baca juga: Sukan S.H., M.Pd Terpilih Jadi Ketua PD-IPARI Lumajang Periode 2026-2030

Tidak hanya menjadi panggung unjuk seni, festival budaya ini juga membawa berkah nyata bagi sektor perekonomian masyarakat sekitar. Ribuan pengunjung yang memadati area Pantai Watu Pecak memicu perputaran ekonomi yang signifikan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Segoro Topeng Kaliwungu 2026 di Watu Pecak Pasirian-Lumajang

Ratusan lapak pedagang, mulai dari kuliner khas Lumajang, kerajinan tangan, hingga suvenir bertema kebudayaan, tampak diserbu pembeli. Banyak pelaku UMKM mengaku kewalahan menerima pesanan dan berhasil meraup omzet berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Integrasi antara gelaran budaya dan pariwisata ini membuktikan bahwa merawat tradisi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Baca juga: DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Lumajang Tahun Anggaran 2025

Keberhasilan acara ini juga menjadi bukti nyata bahwa urusan melestarikan budaya adalah tanggung jawab kolektif. Kolaborasi harmonis antara sekolah, sanggar tari, seniman, guru, hingga orang tua murid menjadi modal utama dalam memastikan roda regenerasi pelaku seni di Lumajang tidak pernah berhenti berputar.

Selain menyajikan tontonan yang berkualitas, program pembinaan ini juga membuka ruang edukasi bagi generasi muda untuk menyelami sejarah, filosofi, dan nilai-nilai luhur budaya lokal.

Melalui komitmen dan pembinaan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap akan ada lebih banyak generasi muda yang tumbuh sebagai pelestari benteng budaya, sekaligus menjadi duta yang siap mengenalkan eksotisme seni tradisi Lumajang ke kancah yang lebih luas.(Red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru