Laka Air
Gelombang Tinggi Renggut Nyawa Nelayan, Jenazah Sugi Ditemukan Terdampar di Pantai Savana Lumajang
Lumajang – Keganasan gelombang tinggi di perairan selatan Kabupaten Lumajang kembali memakan korban jiwa. Setelah sempat dilaporkan hilang akibat terhempas ombak saat melaut, seorang nelayan asal Kabupaten Jember, Sugi (±50), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terdamar di pesisir Pantai Savana, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Jumat (17/7/2026).
Penemuan jenazah tersebut langsung memicu operasi evakuasi yang melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang, personel Polsek Tempeh, Koramil 0821/10 Tempeh, tenaga kesehatan, serta warga setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, **Isnugroho**, mengatakan laporan penemuan jenazah diterima Pusdalops BPBD sekitar pukul 07.14 WIB. Tak berselang lama, tim langsung bergerak menuju lokasi yang berada di kawasan pesisir Pantai Savana.
"Begitu menerima laporan, tim kami segera menuju lokasi bersama unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan relawan untuk melakukan proses evakuasi," ujar Isnugroho.
Sekitar pukul 08.30 WIB, jenazah berhasil dievakuasi dari bibir pantai dan dibawa menuju area Padang Savana. Selanjutnya, korban dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Tempeh ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk proses identifikasi.
"Hasil identifikasi memastikan jenazah tersebut adalah Sugi, warga Dusun Taman Sari, Desa Lohjejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD, insiden bermula pada Kamis (16/7/2026). Sugi bersama dua rekannya, Zaidin dan Gio, berangkat melaut dari Puger menuju perairan sebelah barat dan bermalam di sekitar timur Pantai Watupecak, Lumajang.
Namun sekitar pukul 23.00 WIB, cuaca di perairan selatan berubah drastis. Gelombang tinggi menghantam perahu yang mereka tumpangi hingga kemasukan air dan oleng. Dalam situasi tersebut, Sugi terpental ke laut dan hilang diterjang ombak.
Sementara dua rekannya berhasil bertahan di atas perahu sebelum akhirnya dievakuasi oleh nelayan asal Puger.
Isnugroho mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di perairan selatan Jawa.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut. Gelombang tinggi di laut selatan sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa apabila aktivitas dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca," tegasnya.
Hingga saat ini BPBD Kabupaten Lumajang terus berkoordinasi dengan keluarga korban serta instansi terkait untuk penanganan lanjutan pasca-kejadian (Red).
Editor : Redaksi