Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., mengajak mahasiswa turut mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi memicu keresahan.
Baca juga: Kapolres Lumajang Gandeng FKUB, Perkuat Deteksi Dini Cegah Konflik SARA
Pesan tersebut disampaikan Riki saat menerima audiensi dan silaturahmi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lumajang di Lobi Mapolres Lumajang, Rabu (19/8/2026).
Kedatangan jajaran pengurus PC PMII Lumajang disambut langsung Kapolres bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan kepengurusan baru PC PMII Lumajang kepada jajaran Polres Lumajang.
Dalam audiensi, pengurus PMII menyampaikan sejumlah gagasan dan pandangan mengenai isu sosial, kepemudaan, hingga situasi kamtibmas di Kabupaten Lumajang.
Riki mengapresiasi peran mahasiswa dan pemuda yang dinilai memiliki posisi strategis dalam membantu menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, mahasiswa bukan hanya kelompok intelektual, tetapi juga dapat menjadi mitra kritis bagi kepolisian dalam menyikapi berbagai persoalan di masyarakat.
“Kami sangat terbuka terhadap ruang dialog dan aspirasi dari mahasiswa. PMII merupakan mitra strategis yang bisa bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Lumajang,” ujar Riki.
Di tengah derasnya arus informasi, Riki secara khusus mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, informasi palsu yang tersebar luas dapat memicu keresahan bahkan mengganggu situasi keamanan apabila tidak disikapi secara bijak.
Baca juga: Pemkab Lumajang Tertibkan Kabel Internet, Bunda Indah: Kota Harus Rapi dan Indah
“Mahasiswa dan pemuda harus ikut berperan menangkal berita bohong atau hoaks. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” katanya.
Selain persoalan kamtibmas, Kapolres juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengawal pembangunan daerah melalui kritik dan masukan yang konstruktif.
Ia menilai kritik mahasiswa merupakan bagian penting dari kontrol sosial, selama disampaikan secara objektif, proporsional, dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Baca juga: Diburu Polisi, Terduga Penipu Motor Lumajang Akhirnya Dibekuk di Sekitar Terminal Minak Koncar
“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memberikan kritik dan masukan yang konstruktif terhadap pembangunan daerah,” tutur Riki.
Audiensi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab secara interaktif. Sejumlah isu terkait kepemudaan, penguatan sinergi, serta upaya bersama menjaga kamtibmas di Kabupaten Lumajang turut dibahas.
Kapolres berharap komunikasi antara Polres Lumajang dan PC PMII dapat terus terjalin. Ruang dialog tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan sosial dan kepemudaan secara terbuka sekaligus mencari solusi bersama.
Sinergi antara kepolisian dan mahasiswa dinilai penting untuk membangun masyarakat yang lebih kritis dalam menyaring informasi, aktif mengawal pembangunan, serta ikut menjaga Lumajang tetap aman dan kondusif (Red).
Editor : Redaksi