"Saat ini konseptornya seperti Maulid Hijau yang sempat menjadi kontroversi dengan MUI Lumajang,” ujar A'ak Abdullah Al-Kudus Laskar Hijau Klakah.
A'ak menyatakan bahwa untuk penggarapan artistik peringatan Maulid Nabi di Pendopo Kabupaten Lumajang ini dia mengusung konsep yang selama ini selalu digunakan di "Maulid Hijau" dengan bahan material yang dominan Bambu.
"Lumajang ini penghasil bambu yg cukup besar, juga memiliki satu jenis bambu langka yang di dunia hanya ada di empat tempat saja yakni Bambu Petung Hitam (Dendracalamus Asper Black)". Terangnya
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
A'ak juga menambahkan bahwa nantinya akan ada 24 gunungan buah dan 1 gunungan yang besar yang dipenuhi oleh buah-buahan lokal. Gunungan buah ini nantinya akan menjadi rebutan warga yang hadir ke acara di pendopo.
“Saat kita masuk ke Pendopo Kabupaten Lumajang hari ini terkesan kita masuk ke sebuah perkampungan bambu yang penuh dengan ornamen-ornamen unik yang selama ini tak pernah ada di Lumajang,” pungkasnya.
Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Lumajang akan diisi ceramah agama oleh Ustadz blusukan JTV A’ad Ainurussalam.(Yd/red)
Editor : Redaksi