Reses, Politisi NasDem Taufiqul Hadi Sosialisasi Rencana Pembahasan Pasal Penghinaan Presiden

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Taufiqul Hadi anggota DPR RI Fraksi NasDem komisi III menggelar serap aspirasi kepada kader dan pengurus anak cabang (PAC) NasDem Lumajang. Dalam kesempatan tersebut, Taufiqul Hadi juga menyampaikan rencana revisi KUHP yang sudah tidak relevan lagi dengan era kekinian, karena kitab suci penegakan hukum itu adalah peninggalan Kolonial Belanda.

"Banyak masukan dari masyarakat bahwa KUHP sudah tidak relevan lagi, maka kita di Komisi III DPR RI akan melakukan revisi," ujar Taufiq kepada lumajangsatu.com, Sabtu (08/08/2015) di warung Panorama-Selokambang.

Baca juga: LAZISNU Lumajang Terus Bergerak, Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Ditanya tentang wacana pemberlakuan pasal penghinaan Presiden yang sudah di batalkan oleh MK, Taufiq menyebut bahwa penerapan pasal penghinaan Presiden perlu diberlakukan lagi. Penghinaan Presiden secara pribadi sebagai simbol negera berbeda dengan kritik kepada pemerintah.

Baca juga: Harry Purwanto, Akademisi dan Praktisi Media yang Mengembangkan Komunikasi Digital Indonesia di Lumajang

"Kritik kepada pemerintah tetap harus dipelihara, namuan menghina Presiden secara pribadi sebagai simbol negara itu yang akan dikenakan pasal itu," terangnya.

Nantinya, dalam pembahasan akan dibedakan secara jelas mana yang masuk katagori menghina presiden dan yang masuk mengkritik pemerintah. "Memang harus dibedakan secara jelas mana kritik kepada pemerintah dan yang mana menghina presiden secara pribadi," pungkasnya.

Baca juga: Peduli Pengembangan Atlet Santri, Ning Laila Serahkan Alat Pertandingan di Kejurkab VII Trisula 2026 Pagar Nusa Lumajang

Dalam serap aspirasi itu sejumlah peserta yang hadir menyampaikan aspirasinya agar diperjuangkan oleh NasDem. Salah satunya adalah persoalan tanah di Lumajang yang ada konflik antara warga dan Perhutani.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru