Bekas Rumah Makan Cepat Saji KWT, Kini Jadi Museum Daerah Lumajang

lumajangsatu.com

Lumajang(lumajangsatu.com) - Bupati. As'at Malik, akhirnya memenuhi janji politiknya saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2014 lalu dengan mendirikan Museum Sejarah dan Kebudayaan Lumajang. Lumajang yang memiliki sejarah besar dan panajang, kini bisa diketahui di sebuah Museum dari bekas rumah makan cepat saji di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT).

Bupati mereesmikan dan membuka Museum Lumajang dihadiri para pejabat dan insan pelaku sejarah dan kebudayaan Lumajang, Senin(24/8) siang.

Baca juga: Oktafiyani Pimpin Pelantikan PAW Anggota DPRD Lumajang, Sofiana Yunita Resmi Gantikan Almarhum Amin

"Semoga Museum ini bermanfaat bagi pengetahuan dan Lumajang kini memiliki sejarah luar biasa diketahui di Museum ini," ungkapnya.

Baca juga: Sinergi Pemkab dan DPRD Lumajang Salurkan Dana Tunggu Hunian bagi 43 KK Terdampak Semeru

Koleksi museum mencapai ratusan buah dari berbagai jenis. Bahkan, ada koleksi prasasti Mulan Malurung yang dijadikan dasar Berdirikan Kabupaten Lumajang yang dipasang. Selain itu, ada koleksi batu yang dijadikan media tulis menulis oleh para pendeta yang ditemukan di Kaki Gunung Semeru.

"Semoga ini menjadi identitas dan jatidiri Lumajang," ungkapnya.

Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan

Dalam pemukaan Museum Daerah Lumajang, sejumlah Museum yang ada di Jawa Timur juga hadir dan  memamerkan koleksinya seperti Museum Probolinggo, Tantular, Pahlawan dan Jember.(ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru