Lumajang(lumajangsatu.com) - Bupati. As'at Malik, akhirnya memenuhi janji politiknya saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2014 lalu dengan mendirikan Museum Sejarah dan Kebudayaan Lumajang. Lumajang yang memiliki sejarah besar dan panajang, kini bisa diketahui di sebuah Museum dari bekas rumah makan cepat saji di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT).
Bupati mereesmikan dan membuka Museum Lumajang dihadiri para pejabat dan insan pelaku sejarah dan kebudayaan Lumajang, Senin(24/8) siang.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
"Semoga Museum ini bermanfaat bagi pengetahuan dan Lumajang kini memiliki sejarah luar biasa diketahui di Museum ini," ungkapnya.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
Koleksi museum mencapai ratusan buah dari berbagai jenis. Bahkan, ada koleksi prasasti Mulan Malurung yang dijadikan dasar Berdirikan Kabupaten Lumajang yang dipasang. Selain itu, ada koleksi batu yang dijadikan media tulis menulis oleh para pendeta yang ditemukan di Kaki Gunung Semeru.
"Semoga ini menjadi identitas dan jatidiri Lumajang," ungkapnya.
Baca juga: DPRD Lumajang Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 54 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Dalam pemukaan Museum Daerah Lumajang, sejumlah Museum yang ada di Jawa Timur juga hadir dan memamerkan koleksinya seperti Museum Probolinggo, Tantular, Pahlawan dan Jember.(ls/red)
Editor : Redaksi