Lumajang(lumajangsatu.com) - Bupati. As'at Malik, akhirnya memenuhi janji politiknya saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2014 lalu dengan mendirikan Museum Sejarah dan Kebudayaan Lumajang. Lumajang yang memiliki sejarah besar dan panajang, kini bisa diketahui di sebuah Museum dari bekas rumah makan cepat saji di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT).
Bupati mereesmikan dan membuka Museum Lumajang dihadiri para pejabat dan insan pelaku sejarah dan kebudayaan Lumajang, Senin(24/8) siang.
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
"Semoga Museum ini bermanfaat bagi pengetahuan dan Lumajang kini memiliki sejarah luar biasa diketahui di Museum ini," ungkapnya.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
Koleksi museum mencapai ratusan buah dari berbagai jenis. Bahkan, ada koleksi prasasti Mulan Malurung yang dijadikan dasar Berdirikan Kabupaten Lumajang yang dipasang. Selain itu, ada koleksi batu yang dijadikan media tulis menulis oleh para pendeta yang ditemukan di Kaki Gunung Semeru.
"Semoga ini menjadi identitas dan jatidiri Lumajang," ungkapnya.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
Dalam pemukaan Museum Daerah Lumajang, sejumlah Museum yang ada di Jawa Timur juga hadir dan memamerkan koleksinya seperti Museum Probolinggo, Tantular, Pahlawan dan Jember.(ls/red)
Editor : Redaksi