Lumajang (lumajangsatu.com) - Ketua Panitia Penjaringan perangkat desa dan Sekdes Kalidilem Romli At-Tijani mendapat ancaman teror bondet. Saat itu, Romli berada di kantor Desa sekitar jam 20.00 wib (27/11) kemudian mendapat telepon dari orang yang tidak dikenal.
"Ini siapa, tak usa nyak-tanya'an, romannah kakeh epeledhu'ah. "Tidak perlu banyak tanya, rumahmu akan saya ledakkan," ujar Romli menirukan ancaman oleh penelpon gelap yang bernahasa Madura, Senin (28/11/2016).
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
Saat mendapatkan telepon, Romli tidak sendirian melainkan bersama Kades Muhammad Abdullah dan Plt Sekdes Siswanto. Setelah ditunggu bersama Kades, Plt Sekdes dan Kasun Krajan, ancaman bondet tersebut tidak ada.
"Kita tunggu hingga jam 3 pagi bersama pak Kades, Plt Sekdes dan Kasun Krajan tidak ada ancaman tersebut," jelas mantan politisi PKB itu.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
Romli juga sempat menelpon nomor yang mengancam tersebut namun tidak diangkat. Saat pagi hari, nomor gelap tersebut sudah tidak aktif lagi saat dihubungi.
"Saya sudah beritahu polisi pak Malik dan banyak tokoh masyarakat, jika memang ada kejadian yang menimpanya sudah jelas nomor 0822-4797-8186 pernah mengancam," tutur mantan Ketua PC PMII Kota Surabaya tahun 1992 itu.
Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia
Dirinya juga tidak paham ancaman tersebut berkaitan karena dirinya jadi ketua panitia penjaringan perangkat desa dan sekdes atau tidak. Yang jelas, Romli merasa tidak memiliki musuh sehingga tidak bisa curiga pihak manapun.(Yd/red)
Foto : Dok Pendaftran Penjaringan
Editor : Redaksi