Lumajang (lumajangsatu.com) - Maraknya miras lokal oplosan (MILO) juga jadi keprihatinan Bupati Lumajang As'at Malik. Bupati mengajak orang tua ikut mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang akan merusak masa depan.
MILO yang berasal dari beberapa bahan oplosan cukup sulit di pantau, karena memang bisa dijual bebasa. Alkohol 70 persen misalnya, dijual bebas untuk kepentingan kesehatan, kecantikan dan lainnya.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
"Barang-barang yang dioplos ini memang bisa dijual bebas, maka satu-satunya jalan adalah dengan melakukan pengawasan dan jangan diserahkan pada polisi saja," jelas As'at Selasa (14/02/2017).
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
Sebelumnya, AKBP Raydian Kokrosono SIK menyatakan MILO jadi tren di anam muda Lumajang. Bahkan, akibat pengaruh MILO terjadi tindak kriminalitas seperti pembunuhan, penganiayaan hingga pemerkosaan.
Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia
"Di Lumajang akibat pengaruh MILO ini terjadi sejumlah tindak kriminalitas," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi