Mengenal Lebih Dekat Komunitas "Ketimbang Ngemis Lumajang"

lumajangsatu.com
Anniversary Komunitas Ketimbang Ngemis Lumajang di Javaika Coffee

Lumajang (lumajangsatu.com) - Sejumalah anak muda di Lumajang ini berkumpul dan membuat komunitas "Ketimbang Ngemis Lumajang". Tujuannya ingin memberikan motivasi kepada anak muda meski dalan keterbatasan lebih bermartabat bekerja dari pada mengemis.

Terbentuknya komunitas ini juga dilatarbelakangi banyaknya para pengemis yang masih muda dan kuat untuk bekerja. Namun, malah memilih mengemis dari pada bekerja untuk mendapatkan rizki.

Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah

"Komunitas ini sudah ada di beberapa kota dan di Lumajang sudah terbentuk satu tahun dengan jumlah mamber 50an," ujar Rulis Cahyani, Admin Ketimbang Ngemis Lunajang saat acara annniversary di Javaika Coffee jalan Toga Utara yang juga markas Komunitas Ketimbang Ngemis Lumajang, Minggu (20/08/2017).

Rulis mencontohkan pak Sutaji warga Jatiroto yang berjualan air mineral berkeliling ditengah keterbatasan tidak bisa melihat (tuna netra). Meksi dalam keterbatasan pak Sutaji tidak mengemis nelainkan bekerja untuk memperoleh rizki yang halal.

Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang

"Seperti pak Sutaji ini sangat memotivasi kami, belaiu tidak bisa melihat namun gigih bekerja, ibadanya juga rajin. Dengan keyakinan yang tinggi beliau berjualan air mineral keliling," jelasnya.

Komunitas Ketimbang Ngemis Lumajang juga mengumpulkan donasi dari mamber dan para donatur. Uang yang terkumpul akan diberikan pada orang-orang yang bekerja ditengah keterbatasan, baik tambahan modal, pembelian alat atau bedah rumahnya.

Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia

"Setiap bulan dari mamber mengumpulkan donasi dan kita salurkan kepada mereka yang memiliki motivasi dan keyakinan besar mencari rizki dengan bekerja ditengah keterbatasan dan pantang mengemis," pungkasnya. (Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru