Aliran Sungai Mujur

Jasad Bayi Hanyut Ditemukan Pencari Pasir di Tempeh Lumajang

Penulis : lumajangsatu.com -
Jasad Bayi Hanyut Ditemukan Pencari Pasir di Tempeh Lumajang
Anggota Polsek Tempeh memberi police line di area penemuan jasad bayi

Lumajang - Warga Desa Pandan Arum Kecamatan Tempeh digegerkan oleh penemuan mayat bayi di aliran sungai. Saat ditemukan bayi berjenis kelamin laki-laki keadaannya sudah tak bernyawa dan tidak mengenakan pakaian.

Menurut informasi dari Kapolsek Tempeh AKP Syamsul Arifin bahwa bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh pencari pasir manual. Saat itu bayi ditemukan dalam keadaan hanyut kemudian tersangkut dibawah jembatan.

Setelah memastikan bahwa yang mereka lihat memang mayat bayi, mereka menghubungi Babhinkamtibmas Polsek Tempeh.  

Menerima laporan tersebut Anggota Polsek Tempeh langsung ke lokasi untuk mengevakuasi bayi tersebut dan menggali keterangan. 

"Mayat bayi berjenis laki-laki kami bawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk dilakukan otopsi" ungkapnya Selasa, (11/6/2024).

Pihaknya juga belum bisa memastikan siapa orang yang tega membuang jasad bayi yang baru dilahirkan tersebut (Ind/red).

Editor : Redaksi

Sosialisasi Keputusan Kemenpan-RB

Komisi A DPRD Dukung Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang

Lumajang - Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan tenaga kerja Non-ASN dengan menyelenggarakan sosialisasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPANRB) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Kegiatan ini berlangsung dalam format talkshow di acara Jelita yang disiarkan oleh LPPL Radio Suara Lumajang pada Kamis (13/02/2025).

Dindikbud

Tenaga Guru Honorer 718 di Lumajang Jalani Evaluasi

Lumajang - Sebanyak 718 tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang telah menjalani tahap evaluasi dalam dua kategori, yaitu Non Database (tidak ikut tahap 1) sebanyak 223 orang dan Data Based (ikut tahap 2) sebanyak 495 orang. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan tenaga honorer sesuai dengan regulasi dan kebutuhan lembaga.