wisata

Geopetroleum Teksas Wonocolo, Wisata Edukasi Migas Unik di Bojonegoro

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Wisata Geopetroleum teksas wonocolo yang sering dikunjungi banyak Wisatawan untuk wisata edukasi migas, penelitian dan studi lapangan, wisata sejarah dan geologi, serta berburu foto (Gmap/Cak Eed)
Wisata Geopetroleum teksas wonocolo yang sering dikunjungi banyak Wisatawan untuk wisata edukasi migas, penelitian dan studi lapangan, wisata sejarah dan geologi, serta berburu foto (Gmap/Cak Eed)

Bojonegoro — Geopetroleum Teksas Wonocolo yang berlokasi di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62164, menjadi destinasi wisata edukasi yang unik dan berbeda dari wisata pada umumnya.

Kawasan ini dikenal sebagai ladang minyak tradisional peninggalan kolonial, di mana aktivitas penambangan minyak masih dilakukan secara manual oleh warga setempat.

Daya tarik utama Geopetroleum Teksas Wonocolo terletak pada pemandangan sumur-sumur minyak tua, pompa angguk sederhana, serta proses pengangkutan minyak yang masih menggunakan cara tradisional.

Selain menikmati panorama perbukitan kapur yang eksotis, pengunjung juga bisa belajar langsung tentang sejarah perminyakan, geologi, dan kearifan lokal masyarakat Wonocolo dalam mengelola sumber daya alam.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini, tiket masuk relatif terjangkau, umumnya berkisar Rp5.000–Rp10.000 per orang. Sementara itu, biaya parkir kendaraan sekitar Rp2.000–Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil,

dengan area parkir yang tersedia di titik awal jalur wisata. Beberapa pengunjung juga memilih menggunakan jasa ojek lokal untuk menjangkau area perbukitan.

Geopetroleum Teksas Wonocolo biasanya dibuka setiap hari, dengan jam operasional sekitar pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB. Adapun tujuan wisatawan berkunjung ke tempat ini antara lain untuk wisata edukasi migas, penelitian dan studi lapangan, wisata sejarah dan geologi, serta berburu foto panorama alam yang unik.

Keunikan konsep wisata berbasis perminyakan menjadikan Wonocolo sebagai salah satu ikon wisata edukatif unggulan di Kabupaten Bojonegoro.(yov/red)

"Artikel ini ditulis oleh Muhammad Yova Athobarani (Pelajar PPL SMKN 1 LUMAJANG)